Duh, Ada 9,79 Juta Tenaga Kerja Berpendidikan di Bawah SMA

Hendra Kusuma, Okezone · Kamis 19 Juni 2014 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 19 560 1001326 wcTbKKC7BP.jpg 9,79 juta orang berpendidikan di bawah SMA. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam menghadapi tantangan persaingan global yang semakin berat, industri nasional membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan berkompetensi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengatakan, saat ini jumlah tenaga kerja di sektor industri manufaktur terus mengalami peningkatan dari tahu ke tahun. Pada 2011 dari 12,37 juta orang menjadi 15,37 juta orang pada 2012, dan meningkat kembali menjadi 15,73 juta orang di 2013.

"Namun sebagian besar masih berpendidikan SMP yaitu sebanyak 9,79 juta orang atau sekira 62,26 persen di 2013," kata Hidayat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Guna menyiapkan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja industri dan calon tenaga kerja industri, Hidayat mengungkapkan Kementerian Perindustrian memiliki 24 unit pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari sembilan SMK, delapan perguruan tinggi vokasi jenjang D-3 dan D-4, serta tujuh balai Diklat Industri.

Menurut Hidayat, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada 24 unit pendidikan dan pelatihan tersebut dilaksanakan berbasis kompetensi dengan mengacu pada SKKNI sektor industri terkait untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dan ahli yang tersertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan sektor industri.

"Langkah yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM industri seperti fasilitas diklat sistem three in one seperti pelatihan-sertifikasi-penempatan kerja bagi tenaga kerja dan calon tenaga kerja industri," tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Hidayat,  untuk menghasilkan tenaga kerja terampil dan ahli yang tersertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan sektor industri, Kementerian Perindustrian akan memberikan fasilitas pelatihan teknis dan manajerial di bidang teknologi, desain, produksi dan kemasan, manajemen usaha, manajemen mutu, manajemen lingkungan, kerirausahaan, serta fasilitasi pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan industri di Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini