nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keselamatan Polisi di Jakarta Sangat Rawan

Isnaini, Jurnalis · Senin 30 Juni 2014 06:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 06 30 500 1005801 e5609gCLNU.jpg Ilustrasi polisi

JAKARTA - Kasus kekerasan terhadap polisi marak sepanjang 2014. Indonesia Police Watch (IPW) mencatat terjadi 53 kasus kekerasan terhadap polisi sepanjang enam bulan terakhir.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, menyebut dari serentetan kasus kekerasan terhadap anggota polisi, Jakarta merupakan daerah yang paling rawan terhadap keselamatan polisi.

"Sebanyak 30 kasus kekerasan terhadap anggota polisi dan 23 kasus kekerasan terhadap kantor polisi. Jakarta menjadi daerah yang paling rawan terhadap keselamatan polisi di sepanjang enam bulan pertama 2014," kata Neta dalam rilis yang diterima Okezone, Senin (29/6/2014).

Selain Jakarta, tercatat sembilan dari 10 daerah lainnya yang dianggap rawan bagi keselamatan polisi. Daerah rawan kedua yakni Jawa Barat kemudian disusul Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Riau, Aceh, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.

"Di Jakarta ada 10 polisi yang luka dan tewas akibat dikeroyok warga. Kemudian di Jawa Barat ada lima kasus, Papua empat kasus, Sulteng, Sulsel, Jatim dan Riau masing-masing dua kasus, serta Aceh, Yogyakarta, dan NTB masing-masing satu kasus," jelas Neta.

Dari rangkaian kasus kekerasan terhadap polisi, Neta membeberkan sebanyak 10 polisi tewas yakni lima ditembak, dua dikeroyok, satu ditabrak dan satu dibacok serta satu overdosis.

"Selain itu ada 20 polisi luka, yakni tujuh dibacok, enam dikeroyok, lima ditembak, dan dua ditabrak," ungkap Neta.

Neta juga menyebut selama enam bulan menjelang HUT Polri pada 1 Juli, ada 23 fasilitas Polri yang dirusak massa. Fasilitas tersebut mencakup 12 rumah dinas, enam pos polisi, tiga polsek, dan dua polres.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini