nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perilaku Oknum Polisi yang Membuat Berbenturan dengan Masyarakat

Isnaini, Jurnalis · Senin 30 Juni 2014 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 06 30 500 1005820 DUFoAhAHth.jpg Ilustrasi polisi

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menduga, maraknya kasus kekerasan terhadap polisi disebabkan dari sikap dan perilaku sebagian anggota Kepolisian yang tidak terkendali.

"Perilaku yang tidak terkendali itu membuat polisi mudah berbenturan dengan masyarakat," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang diterima Okezone, Senin (30/6/2014).

Selain itu, banyaknya anggota polisi yang tidak peka dan tidak terlatih dalam bela diri ataupun menggunakan senjata, menjadi salah satu penyebab maraknya kekerasan terhadap polisi.

"Ironisnya hanya di wilayah Polda Metro Jaya terjadi polisi tembak polisi atau polisi tewas over dosis. Di sisi lain, banyak anggota polisi yang tidak peka dan tidak terlatih, baik dalam bela diri maupun menggunakan senjata, sehingga terlalu gampang diperdaya pelaku kriminal," jelasnya.

Sebelumnya Neta menyebut sepanjang tahun 2014 tercatat 53 kasus kekerasan terhadap polisi. 30 kasus kekerasan terhadap anggota polisi dan 23 kasus kekerasan terhadap kantor polisi.

Dari serentetan kasus kekerasan terhadap anggota polisi, Jakarta merupakan daerah yang paling rawan terhadap keselamatan polisi.

Dari rangkaian kasus kekerasan terhadap polisi, Neta membeberkan sebanyak 10 polisi tewas yakni lima ditembak, dua dikeroyok, satu ditabrak dan satu dibacok serta satu overdosis. Selain itu ada 20 polisi luka, yakni tujuh dibacok, enam dikeroyok, lima ditembak, dan dua ditabrak.

Neta berharap institusi Polri segera berbenah dan mencermati kondisi tersebut. Terlebih pada 1 Juli mendatang Polri akan merayakan HUT Ke-68. "Kondisi ini perlu dicermati pada Hari Bhayangkara 2014 ini," tegasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini