Share

Prabowo-Hatta Patahkan Strategi "Operan Pendek" Jokowi-JK

Aisyah, Okezone · Minggu 06 Juli 2014 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 06 567 1008876 QCBz40adss.jpg Prabowo-Hatta dan Jokowi JK (foto: Okezone)

JAKARTA- Calon presiden dan calon wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, mampu menampilkan data dalam debat final calon presiden. Beberapa pertanyaan serangan dari Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) kepada Prabowo-Hatta pun mampu diatasi.

Pengamat Politik Universitas Indonesi (UI), Agung Suprio, menilai strategi serangan yang dilakukan Jokowi-JK dengan menggunakan masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) mampu dipatahkan oleh pasangan Prabowo-Hatta.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Strategi 'operan pendek' yang diterapkan kubu Jokowi-JK ternyata berhasil dipatahkan oleh kubu Prabowo-Hatta. Jokowi-JK menggunakan periode waktu pendek yaitu masa SBY-Budiono untuk mengkritik Prabowo-Hatta. Sementara Prabowo-Hatta memanjangkan periode waktu sejak zaman Mega untuk menyerang balik Jokowi-JK," kata Agung saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (6/7/2014).

Agung mencontohkan, pertanyaan Jokowi-JK terkait kleptokrasi dan listrik terjadi di semua rezim kepemimpinan. Namun, itu menjadi keuntungan bagi Prabowo-Hatta lantaran keadaan tersebut lebih di zaman SBY ketimbang Megawati.

"Masalah kleptokrasi, hutan lindung, dan listrik terjadi pada semua rezim. Justru Prabowo-Hatta mengambil keuntungan dari rezim SBY yang mampu lebih baik dari rezim Megawati dengan data statistik yang ditampilkan oleh Hatta," tukasnya.(fid)

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini