Ngaku Iseng, Pengusaha Katering Ini Manjembret & Curi Motor

Tri Ispranoto, Okezone · Senin 07 Juli 2014 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 07 526 1009295 R8RIvaIopH.jpg Mashudi memegang pistol FN barang bukti kejahatan pengusaha katering (Foto: Tri/Okezone)

BANDUNG - Seorang pengusaha katering, Rio Ganesa Putra, terpaksa ditembak kakinya lantaran melawan saat akan ditangkap oleh Timsus Polsekta Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Rio ditangkap terkait kasus penjambretan.

Belakangan diketahui bahwa pria berusia 30 tahun tersebut juga terlibat kasus pencurian sepeda motor di beberapa tempat di Kota Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi, mengatakan, selain menangkap Rio, pihaknya juga mengamankan tiga pelaku lainnya, yakni Issa Satya Atmaja (19), Sandi Utomo (21) dan Mimip (24).

Mashudi menjelaskan, penangkan empat penjahat itu berawal dari laporan seorang korban penjambretan.

Setelah dilakukan penyelidikan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Coblong, Iptu M Alfan, ditangkap seorang pelaku bernama Issa. Saat itu, ia tengah nongkrong di sebuah minimarket.

“Dari situ dikembangkan dan berhasil ditangkap tersangka lainnya berikut barang bukti satu pucuk senpi jenis FN rakitan dengan lima peluru tajamnya dan handphone milik korban,” jelas Mashudi, Senin (7/7/2014).

Dari hasil penyelidikan, Rio dan tiga temannya telah melakukan 14 aksi kejahatan, berupa penjambretan dan curanmor. Setiap beraksi, komplotan ini kerap melukai korbannya.

“Kami masih memburu satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah ada. Kami juga selidiki dari mana senpi rakitan ini mereka dapat,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Rio mengaku bahwa aksinya hanya iseng semata. Bisnis kateringnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Omzetnya dalam satu bulan bisa menembus Rp20 juta.

“Kalau pistol itu dititipkan dari teman orang Aceh, katanya dia butuh untuk pengobatan anaknya Rp3,5 juta. Saya ada uang Rp2,95 juta. Tapi belum sempat dipakai. Awalnya iseng-iseng saja. Jalan-jalan sama teman terus menjambret atau curi motor. Sekarang saya sudah nyesel,” ujarnya.

Akibat keisengannya itu, Rio dan tiga temannya dijerat Pasal 363 dan 365 KUHP mengenai Pencurian dengan Pemberatan dan Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini