Image

Presiden Pilihan Anak Muda Indonesia Itu...

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Rabu 09 Juli 2014 19:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 07 09 373 1010476 Q0S2Fg449X.jpg Dalam memilih presiden, kriteria anak muda Indonesia tidak hanya penampilan, tetapi juga latar belakang dan rekam jejak masing-masing calon. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Pada pesta demokrasi tadi pagi, masyarakat Indonesia menggunakan hak suaranya dalam memilih Presiden. Sejak pukul tujuh pagi, mereka menentukan pilihan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Begitu juga anak-anak muda ini. Mereka memiliki pertimbangan tersendiri ketika memilih presiden. Kriteria mereka tidak hanya penampilan, tetapi juga latar belakang dan rekam jejak masing-masing calon presiden dan wakil presiden.

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Ringga Arif Widi Harto mengaku, memilih Presiden yang memiliki sifat yang sederhana, bersih, dan mau turun langsung ke masyarakat lapisan ke bawah. "Enggak ada batasan antara rakyat dengan presiden, dan sudah ada buktinya mereka telah berkontribusi di pemerintahan dan meraih prestasi," ujar Ringga saat dihubungi Okezone, Rabu (9/7/2014).

Mahasiswa Jurusan Sosiologi itu melanjutkan, dia juga melihat berbagai referensi dalam menentukan pilihan presidennya. Termasuk, kata Ringga, referensi sejarah pemerintahan Indonesia.

"Presiden sebelumnya banyak yang berasal dari militer. Ketika berkuasa, mereka menjadi sumber ketakutan semua orang. Seperti ada doktrin komando, kalau enggak sesuai yang diinginkan, kebebasan rakyatnya dikesampingkan," ucap mahasiswa kelahiran Bantul, 27 Februari 1990 itu.

Ringga mengingatkan, capres tidak boleh hanya mengimingi-imingi rakyat Indonesia dengan berbagai janji. Tetapi, mereka juga harus membuktikan janji tersebut ketika terpilih nanti. Karena faktanya, selama ini banyak pemimpin mengabaikan janji mereka saat kampanye.

Sedangkan menurut mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Iva Wulandari, dia melihat dari rekam jejak, asal usul dan prestasi para capres dan cawapres untuk memilih presiden Indonesia hingga 2019 mendatang.

"Kemudian, seorang presiden juga tidak hanya memiliki kemampuan teknis,tapi juga pengalaman strategis untuk langsung turun ke lapisan bawah. Presiden juga harus memiliki kemampuan diplomasi antarnegara yang bagus," ungkap mahasiswi jurusan Sastra Inggris itu.

Selain itu, Iva melanjutkan, Presiden harus memiliki ketegasan dan dapat dipercaya. Ini adalah karakter paling utama seorang pemimpin bangsa.

"Presiden yang ideal itu bagi saya adalah seseorang yang tidak hanya sekadar berwacana, tapi juga mampu mengimplementasikan visi misi yang ada. Ada lho, presiden yang seperti itu. Kemudian, dia juga harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat bawah," bebernya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini