Image

Presiden Baru Indonesia Harus Sadar Pendidikan Mahal

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Rabu 09 Juli 2014 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 07 09 373 1010666 Tsd5N3gAOe.jpg Pemungutan suara Pilpres 2014 (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dalam pemilihan presiden (pilpres) yang baru, pastinya rakyat Indonesia membutuhkan sosok pemimpin negara yang bisa memperbaiki seluruh sektor. Beberapa sektor di Indonesia masih banyak permasalahan dan harus ditangani dengan hadirnya Presiden yang baru.

Menurut mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Ringga Arif Widi Harto, yang harus diperhatikan oleh Presiden yang akan terpilih nanti adalah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN).

"Seperti sektor pendidikan yang dari dulu sudah mencanangkan untuk sekolah sembilan tahun, tapi kenyataannya hingga saat ini belum semua karena pendidikan masih mahal," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (9/7/2014).

Selain itu, mahasiswa jurusan Sosiologi itu melanjutkan, pemerataan pembangunan Indonesia bagian timur berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia bagian barat.

"Kerukunan umat suku bangsa juga harus diperhatikan, intinya bisa mengayomi budaya lokal yang bisa ditransfer secara nasional, jangan sampai mematikan budaya lokal, penyeragaman pun juga demikian karena daerah-daerah memiliki kearifan masing-masing," ucap Anggota Unit Penalaran Ilmiah Interdisipliner UGM itu.

Tidak ketinggalan juga dari sektor perikanan, bahwa kelautan Indonesia sangat luas, tapi banyak yang mencuri dari kapal-kapal asing yang masuk ke lautan Indonesia. "Pengamanan juga perlu diawasi, baik darat, laut dan udara," ungkap mahasiswa kelahiran Bantul, 27 Februari 1990 itu.

Sedangkan menurut mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Iva Wulandari, untuk Presiden yang akan terpilih nanti, dirinya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat dan mampu bersaing secara global di pasar global terbuka pada 2015 dengan leluasa bisa bertransaksi dengan negara asing.

"Presiden yang baru harus bisa mengcover, mempunyai power yang kuat, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga harus diperhatikan. Jadi, tidak hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) saja," tuturnya.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini