Ternyata, Fresh Graduates Taiwan Takut Disuruh Berbahasa Inggris

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 12 Juli 2014 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 12 373 1011864 zJlagYsJ69.jpg Lulusan perguruan tinggi Taiwan lebih terganggu oleh tes bahasa Inggris daripada aspek lain dari ujian wawancara kerja. (Foto: TNP/Edvantage)

TAIWAN - Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bahasa Inggris merupakan momok tersendiri dibandingkan bidang studi matematika. Ternyata, hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bahasa Inggris ternyata menjadi hal menakutkan bagi fresh graduates Taiwan.

Hasil tersebut diungkapkan situs Departemen Tenaga Kerja, Ejob, belum lama ini. Fresh graduate di Taiwan lebih terganggu oleh tes bahasa Inggris daripada aspek lain dari ujian wawancara. Demikian, seperti dikutip dari Edvantage, Sabtu (12/7/2014).

Menurut survei Ejob, sekira 37,7 persen dari lulusan baru merasa paling khawatir tentang tes bahasa Inggris. Sementara 21,2 persen dari mereka merasa bermasalah ketika harus memperkenalkan diri selama wawancara.

Website mengatakan, dalam era globalisasi, pemahaman bahasa Inggris telah menjadi salah satu kemampuan yang diperlukan untuk banyak perusahaan ketika mereka mempekerjakan karyawan baru. Apalagi menurut Ejob, sekira 30 persen dari 1.000 perusahaan besar Taiwan menggunakan hasil tes bahasa Inggris sebagai referensi ketika merekrut karyawan baru.

Ada pula perusahaan lain yang menuntut calon karyawan untuk memberikan hasil tes kemampuan bahasa Inggris atau menulis resume atau surat pengantar dalam bahasa Inggris. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan juga menggunakan tes bahasa Inggris atau wawancara untuk memastikan bahwa kemampuan bahasa yang diwawancarai sesuai dengan persyaratan pekerjaan.

Ketika Perusahaan Administrasi Kereta Api Taiwan memasukkan kemampuan bahasa Inggris dan hasil tes kemampuan bahasa Jepang sebagai salah satu persyaratan bagi calon tenaga pelayanan kereta api baru-baru ini, industri lainnya pun mengikuti jejak tersebut.

Menurut Ejob, kebanyakan perusahaan tidak menuntut staf mereka memiliki kemampuan untuk berbicara sangat fasih berbahasa Inggris. Tapi mereka ingin memiliki karyawan yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Maka, Ejob menyarankan kepada fresh graduate yang melamar pada pekerjaan tertentu yang memerlukan kemampuan bahasa Inggris, mereka harus berlatih mengenalkan diri dalam bahasa Inggris untuk menghindari kegagalan selama wawancara mereka.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini