Share

Jimly: Belum Ada Kemenangan, Belum Ada Syukuran

Qur'anul Hidayat, Okezone · Minggu 13 Juli 2014 03:49 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 13 62 1012100 wikXj6pS2P.jpg Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menghampiri wartawan yang sedang sibuk membuat berita usai buka puasa bersama di kediamannya, Pondok Labu Indah, Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7/2014) malam.

 

Menebar senyum, mantan Ketua MK itu sempat mengobrol santai dengan para awak media, termasuk dengan Okezone.

 

Ucapan bapak tentang botak lima kali itu jadi headline.

 

Wah sudah naik? Cepat sekali. Ya orang botak lima kali saja belum terjamin kebenaran, apalagi dia (Burhanudin Muhtadi) belum botak, saya saja baru botak sekali, ha ha ha

 

Saling klaim quick count-nya paling benar bagaimana ini Prof?

 

Metodologi ilmiah itu bisa menjelaskan fenomena sosial sudah terbukti di seluruh dunia, asal metodologi itu benar dan tidak dari pesan sponsor karena itu menyangkut kredibilitas dan etika peneliti. Itu kemungkinan hasilnya sama dan tidak boleh dipaksakan.

 

Ancaman ke KPU bisa disebut memandang sebelah mata lembaga itu Prof?

 

Ya, Ini memandang sebelah mata KPU, jangan bertutur dengan cara yang ekstrim

 

Saling klaim kemenangan ini bagaimana?

 

Nggak bisa begitu, sabar dulu kita tunggu resmi dari KPU. Tidak boleh bersikap negatif ke quick count, itu penting dalam demokrasi. Sabar dululah.

 

Perbedaan suara kedua calon tipis, apakah tidak berpotensi menimbulkan kericuhan?

 

Persentase memang kecil tapi 1 persen itu dari 193 juta pemilih itu lebih dari satu jutaan suara, jadi itu besar perbedaannya kalau dilihat jumlahnya.

 

Bagaimana dengan sikap dua kubu yang sudah merayakan kemenangan Prof?

 

Dua-duanya mengumumkan menang, itu jangan dilakukan dulu, artinya tidak boleh ada provokasi. Belum ada kemenangan, belum ada syukuran.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini