PSK 50 Tahun Ditangkap saat Mangkal di Warkop

ant, · Sabtu 19 Juli 2014 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 19 521 1015135 70v7SYGqiC.jpg PSK 50 Tahun Ditangkap saat Mangkal di Warkop (Foto:ilustrasi Okezone)

TULUNGAGUNG- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menangkap empat pekerja seks komersial (PSK) yang diduga melakukan praktik prostitusi terselubung di sekitar kompleks Pasar Sapi "Pahing", Desa Beji.

"Aktivitas mereka diketahui setelah kami mendapat laporan dari warga sekitar yang resah dengan praktik prostitusi yang mereka lakukan," kata Kasi Operasi Satpol PP Tulungagung, Yulius Wibisono, di Tulungagung, Sabtu (19/8/2014)

Kempat PSK yang terjaring operasi penertiban petugas itu masing-masing berinisial Mr (50), An (51), Sn (49), serta Gn (46). Mereka ditangkap saat mangkal di sebuah warung kopi yang berlokasi tak jauh dari area pasar sapi.

Kendati tak kepergok sedang melayani tamu, petugas mendapati beberapa ruangan menyerupai kamar yang diduga menjadi tempat melakukan transaksi seksual.

Dugaan menguat saat petugas menanyakan identitas keempat wanita paruh baya dengan dandanan rias wajah menyolok mata tersebut.

Dua dari keempat wanita ini diketahui berasal dari luar daerah (Kabupaten Blitar dan Kediri), sementara dua lainnya beralamat di daerah pelosok Tulungagung, yakni daerah Kecamatan Sendang dan Tanggunggunung.

"Keempat-empatnya lalu kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Mereka ini diduga PSK yang dulunya beroperasi di eks-lokalisasi Ngujang atau Kaliwungu," ujar salah seorang petugas menimpali.

Di hadapan petugas penyidik Satpol PP, keempat PSK paruh baya ini mengakui sedang mangkal saat dilakukan penggerebekan. Mereka diperbolehkan pulang setelah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Yulius mengatakan, operasi penertiban terhadap praktik prostitusi di wilayahnya intensif digelar Satpol PP.

Beberapa titik lokasi yang ditengarai menjadi tempat mangkal pekerja seks komersial, terutama di dua eks-lokalisasi Ngujang dan Kaliwungu, telah beberapa kali mereka razia untuk mencegah kerawanan keamanan selama Ramadan.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini