Share

Berkawan dengan Bencana, UGM Hasilkan Melon Unggulan

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 26 Juli 2014 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 26 372 1018560 thlU7aemkF.jpg Foto : Berkawan dengan Bencana, UGM Hasilkan Melon Unggulan/UGM

JAKARTA - Letusan gunung berapi memang dapat merusak dan menimbulkan sejumlah kerugian bagi warga. Di balik itu, abu vulkanik yang turut terkandung di dalam letusan tersebut terbukti memiliki khasiat yang baik untuk menyuburkan tanaman.

Menyadari hal tersebut, tim peneliti melon dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil mengembangkan melon unggul Tacapa yang ditanam menggunakan media tanam campuran abu vulkanik sisa semburan Gunung Berapi Kelud. Mereka adalah Purnomo, Budi Setiadi Daryono, dan Ganies Riza Aristya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan panen raya melon kultivar Tacapa yang dibudidayakan di lahan Jamusan, Kecamatan Prambanan, Sleman Yogyakarta menggunakan komposisi media tanam mengandung abu vulkanik belum lama ini.

Menurut Budi Daryono, kegiatan yang didanai oleh LPPM UGM melalui hibah Teknologi Tepat Guna (TTG) ini menggunakan melon yang ditanam dengan perbandingan tiga perlakuan, yaitu campuran tanah dengan abu vulkanik, campuran tanah dengan abu vulkanik yang diberi pupuk kocor sintetik secara berkala, serta dibandingkan dengan lahan kontrol campuran tanah dengan pupuk sintetik.

“Hasil yang didapat menunjukkan bahwa melon yang ditanam pada lahan dengan tiga perlakuan memiliki karakteristik tidak jauh berbeda. Baik segi ukuran, rasa, bentuk, maupun berat buah melon Tacapa,” kata Budi, seperti dikutip dari situs UGM, Sabtu (26/7/2014).

Budi menjelaskan, potensi abu vulkanik dapat digunakan untuk campuran media tanam pengganti pupuk komersial. Dia menilai, pemanfaatan abu vulkanik sebagai media tanam diharapkan dapat memberikan public awareness bahwa tidak selamanya kita harus bersikap takut atau was-was terhadap bencana.

Sudah saatnya, lanjut Budi, kita “berkawan” dengan bencana. Salah satunya dengan memanfaatkan apa yang telah diberikan dari adanya bencana. “Indonesia terletak pada jajaran Ring of Fire. Tidak dapat dimungkiri fenomena abu vulkanik tidak akan terlepas dari Indonesia karena terdapat 127 gunung berapi (gunung aktif). Jadi setiap saat kita harus siap,” urainya.

Purnomo menambahkan, melon unggul kultivar Tacapa memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari tahan terhadap jamur tepung powdery mildew, potensial untuk dikembangkan di lahan kritis karst dalam upaya konservasi lahan, serta dapat dibudidayakan menggunakan media tanam abu vulkanik.

Dia berharap, melon Tacapa dapat memiliki karakter morfologis dan agronomis yang unggul, seragam dan stabil ini dapat disertifikasi dan diproduksi sebagai benih melon komersial unggulan nasional. ”Semoga ke depan ini bisa dikembangkan lebih bagus lagi, khususnya di lahan karst sebagai upaya konservasi lahan,” tutur Purnomo.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini