nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penahanan Sahroni Ditangguhkan, Peradi Apresiasi Polisi

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 28 Juli 2014 11:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 07 28 505 1018823 2CMHowjIjf.jpg

JAKARTA- Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) mengapresiasi langkah Kapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan penangguhan penahan terhadap Sahroni, seorang pembantu rumah tangga yang dituduh melakukan pencurian uang dan cincin atas laporan majikannya.

"Kapolsek Metro Tanah Abang telah mewujudkan keadilan bagi rakyat kecil, serta pada sang majikan yang telah membukakan pintu maaf di bulan Ramadan ini," kata kuasa hukum Sahroni, Togar Sijabat, probono dari PBH Peradi di Jakarta, Senin (28/7/2014).

Sementara itu, Ketua PBH Peradi, Rivai Kusumanegara memuji pengabulan penangguhan penahanan Sahroni. Menurutnya, keputusan itu merupakan hasil sinergi PBH Peradi dengan Polri demi mewujudkan keadilan bagi rakyat kecil.

"Ini sesuai amanat Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 2 Tahun 2012 dan Pasal 9 Konvensi PBB tentang Restorative Justice yang mendorong pendekatan mediasi bagi perkara rakyat kecil," sebut Rivai.

Sehingga, kata dia, kasus-kasus kriminalisasi seperti halnya yang dialami seorang nenek dituduh mencuri buah kakao beberapa tahun lalu diharapkan tidak lagi terjadi di masa mendatang.

Sekadar diketahui, Sahroni awalnya dituduh melakukan pencurian uang dan cincin atas laporan sang majikan dengan persangkaan Pasal 363 KUHP. Kemudian Polsek Metro Tanah Abang melakukan penahanan terhadap Sahroni selama 20 hari.

Atas penahanan tersebut, Rahmah, istri dari Sahroni, meminta bantuan hukum kepada PBH Peradi yang kemudian menurunkan tim penasihat hukum di bawah pimpinan Togar Sijabat, salah satu pengurus PBH Peradi, untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Metro Tanah Abang serta mendorong mediasi keluarga dengan sang majikan.

Hasilnya, telah tercapai kesepakatan perdamaian dengan sang majikan, sehingga penangguhan penahanan dapat dikabulkan. Perdamaian tercapai tanpa syarat, sehingga tidak memberatkan pihak keluarga yang hanya bertumpu pada penghasilan Sahroni sebagai pembantu rumah tangga.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini