Share

Jangan Sampai Polri Tumpul Melawan WNA

Angkasa Yudhistira, Okezone · Jum'at 01 Agustus 2014 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 01 567 1019261 o1aRjeFy7C.jpg Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (foto: Okezone)

JAKARTA - Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta, Andre Rosiade mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk memeriksa jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn, yang dinilainya menyebarkan informasi negatif pada calon presiden Prabowo Subianto.

"Kami minta pada Polri khususnya Bareskrim untuk memanggil Allan Nairn dan kawan-kawannya. Kami sudah melaporkan Juli kemarin, sampai sekarang belum ada pemanggilan dari pihak Polri. BAP Fadli Zon sudah dibuat, kami minta pihak kepolisian memanggil Allan Nairn," kata Andre di Jalan Sisingamangaraja Nomor 21, Jakarta Selatan, Jumat (1/8/2014).

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Sebagaimana diketahui, Allan Nairn kerap kali memberitakan hal negatif tentang Prabowo. Di antaranya, dia menyebutkan bahwa Prabowo sebagai dalang kerusuhan Mei 1998.

Bila pihak Polri tak juga melakukan pemanggilan pada Allan, Andre mengkhawatirkan akan ada pandangan kepolisian 'melempem' menindak warga negara asing (WNA). "Jangan sampai Polri tumpul melawan WNA," tandasnya.

Sebelumnya, adik dari Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo pun menyayangkan kenapa Allan tidak muncul pada 2009, padahal Prabowo saat itu pun maju sebagai calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri.

"Saya heran kenapa Allan muncul di Pilpres 2014, bukan di tahun 2009. Kenapa dia tidak muncul pada saat Pilpres 2009, Allan kan mengatakan wawancara khususnya dengan pak Prabowo pada tahun 2001," kata Hashim.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini