Tak Kenakan Baju Encim, Siswa Harus Siap Dihukum

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Rabu 06 Agustus 2014 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 06 373 1020803 rIIfdPqo3C.jpg Busana Encim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan sekolah untuk mewajibkan siswanya mengenakan pakaian khas daerah Jakarta setiap Jumat. Pakaian yang diharuskan adalah sadariah untuk putra dan baju encim untuk putri.

Penggunaan pakaian seragam sekolah tersebut yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah itu. Sebelumnya siswa di DKI Jakarta diharuskan mengenakan pakaian muslim, berupa pakaian panjang dan longgar bagi pelajar putri, dan baju koko bagi pelajar putra.

Pengamat Pendidikan Arie S. Widodo menyebutkan sanksi untuk murid yang tidak memakai baju tersebut harus dilakukan. karena sesuai dengan surat edaran disebutkan.

"Kalau wajib, mau tidak mau harus seperti itu. Diwajibkan artinya seolah-olah menjadi sanksi bagi siswa yang tidak melaksanakannya sesuai dengan surat edaran dan keputusan," ujar Arie, saat berbincang dengan Okezone, Rabu (6/8/2014).

Ari menambahkan, sanksi tersebut berupa sanksi sosial. Jadi, kebijakan ini seperti apa, apakah memakai baju encim menjadi lebih aware. Tapi jika iya, dirinya mempertanyakan kenapa program yang berkaitan dengan budaya betawi yang lain tidak dijalankan.

"Dalam surat edaran, itu sifatnya himbauan atau ajakan yang kalau itu terjadi dan meningkat, dengan alasan apa membuat seperti ini," ucapnya.

Dengan adanya perubahan ini, Arie menambahkan, justru mengandung biaya yang tidak sedikit. Tidak semua siswa sanggup. "Itu balik lagi pada pihak pemangku mengenai kebijakan tersebut," ungkapnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini