Awal Mula Kontroversi Seragam Adat Betawi di Jakarta

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Rabu 06 Agustus 2014 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 06 560 1020604 X9JMzfbOqM.jpg Aturan Dinas Pendidikan DKI yang mengharuskan penggunaan kebaya encim dan baju koko sebagai seragam sekolah menuai kontroversi. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Seperti diketahui, mulai tahun ajaran 2014/2015, pemerintah menerapkan aturan seragam nasional untuk siswa SD hingga SMA/sederajat. Peraturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sesuai Permendikbud tersebut, seragam sekolah dibagi menjadi tiga, yaitu seragam nasional, seragam sekolah, dan seragam kepramukaan. Melalui seragam nasional, siswa harus menyesuaikan seragam lamanya. Mereka harus menambahkan badge merah putih 5 cm x 3 cm di dada sebelah kiri, tepatnya di atas saku baju. Ornamen lainnya seperti badge nama siswa dan nama sekolah tidak berubah.

Peraturan ini, kata Mendikbud M Nuh, bertujuan menanamkan dan menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik. Sekolah juga dibolehkan mengatur penggunaan seragam khas sekolah di luar hari penggunaan seragam nasional, yaitu Senin dan Selasa.

Namun di DKI Jakarta, peraturan seragam nasional tersebut kembali mengalami penyesuaian. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Lasro Marbun, melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan nomor 48/SE/2014, menginstruksikan sekolah untuk menyuruh siswanya mengenakan pakaian khas Betawi setiap Jumat. Sebelumnya, siswa di DKI Jakarta mengenakan pakaian muslim di hari tersebut berupa pakaian panjang dan longgar bagi pelajar putri dan baju koko bagi pelajar putra.

Dalam surat tersebut disebutkan, seragam nasional sesuai jenjang pendidikan dipakai pada Senin dan Selasa. Kemudian pada Rabu, siswa mengenakan pakaian khas sekolah. Hari Kamis adalah saatnya siswa mengenakan batik, Jumat mengenakan pakaian khas Betawi dan Sabtu mengenakan seragam pramuka.

(Baca: Seragam Kebaya Encim & Koko Tuai Pro Kontra)

Surat Edaran Nomor 48/SE/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah ini meralat Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Nomor 44/SE/2014 tanggal 4 Juli 2014. Surat yang ditandatangani Lasro dan dipajang di laman Disdik DKI Jakarta itu ditembuskan juga kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Asisten Kesmas Sekda DKI Jakarta, Kepala BKD DKI Jakarta, serta Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini