Kebaya Encim Tak Efektif Tingkatkan Identitas Budaya Betawi

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Rabu 06 Agustus 2014 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 06 560 1020701 Cno800qoGw.jpg Ilustrasi: siswa mengenakan kebaya encim di sekolah. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Belum lama pemerintah membuat peraturan baru mengenai seragam sekolah nasional, dunia pendidikan Indonesia telah mengeluarkan kebijakan baru lagi. Dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2014, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta membuat peraturan baju seragam siswi berupa kebaya encim pada hari Jumat.

Peraturan baru tersebut dimaksudkan memperkuat identitas. Dengan memakai kebaya Encim, sekolah memberikan siswa identitas mengenai kebudayaan, khususnya budaya Betawi.

(Baca: Seragam Kebaya Encim & Koko Tuai Pro Kontra)

Pengamat Pendidikan Arie S. Widodo mepertanyakan, jika dasar penetapan peraturan baru itu untuk mewujudkan identitas Jakarta, apakah hal tersebut efektif? Arie menilai, ada hal lain yang bisa dilakukan Disdik untuk meningkatkan apresiasi tentang Jakarta ketimbang mengeluarkan peraturan tentang seragam kebaya Betawi.

"Ibu Kota ini penuh dengan sejarah, banyak juga tempat bersejarah di Jakarta yang dipelihara dengan baik. Sayangnya, hal itu belum dimanfaatkan siswa dan sekolah untuk belajar," ujar Arie saat berbincang dengan Okezone, Rabu (6/8/2014).

(Baca: Awal Mula Kontroversi Seragam Adat Betawi di Jakarta)

Pengamat dan praktisi pendidikan itu menambahkan, pemerintah masih setengah-setengah untuk menaikkan identitas kebudayaan tersebut. "Tidak dari baju saja, tapi juga harus menyeluruh. Misalnya melalui ilmu pengetahuan agar mengerti tentang Jakarta," ucap Arie.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini