Mengenal Pahlawan Pendidikan Perempuan Indonesia (1)

Fajar Nugraha, Okezone · Minggu 17 Agustus 2014 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 17 373 1025804 kf9C1CH24H.jpg Dewi Sartika (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Pahlawan perempuan nasional Indonesia mungkin akan lebih terkenal nama R.A Kartini. Tetapi ada satu pahlawan perempuan lain yakni Dewi Sartika, yang gigih memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan.

Lahir dari pasangan  Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas, Dewi Sartika adalah tokoh perempuan terkemuka di Indonesia. Dirinya diakui sebagai tokoh yang memperjuangkan pendidikan bagi perempuan.

 

Memiliki ayah yang menjadi seorang patih di Bandung, tidak membuat Dewi Sartika sombong. Bahkan kedua orangtuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate.

Setelah kedua orang tuanya diasingkan, Dewi Sartika kemudian diasuh pamannya yang bernama Patih Aria dan berdomisili di Cicalengka. Semasa hidupnya, Dewi Sartika dikenal sangat aktif mengangkat derajat perempuan.

Sejak 1902, Dewi Sartika sudah memulai pendidikan bagi perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar  keluarga dan perempuan yang berada disekitarnya. Mereka kerap diajarkan berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit.

Perhatian Dewi Sartika terhadap pendidikan bagi perempuan terus berkembang ketika dirinya mendirinya Sakola Istri atau sekolah perempuan di Bandung. Ini adalah lembaga pendidikan khusus perempuan pertama yang didirikan di zaman Hindia Belanda.

Pada 1913, Sakola Istri berubah nama menjadi Sakola Kautamaan Istri di Tasikmalaya. Organisasi Sakola Kautamaan Istri kemudian yang menjadi payung bagi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.

1929, bantuan pun datang dari Pemerintah Hindia Belanda. Sekolah Kautamaan Istri berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi dan gedung baru pun dibangun untuk membantu Dewi Sartika.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini