Share

Mahasiswa Doktor Se-Asia Pasifik Kupas Isu Lingkungan & Kesehatan

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 19 Agustus 2014 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 19 373 1026748 fCo0Zui0yt.jpg Association of Pasific Rim Universities (APRU) mengumpulkan mahasiswa gelar doktoral se-Asia Pasifik dalam ajang 13th APRU Doctoral Student Conference di UI. (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK - Association of Pasific Rim Universities (APRU) mengumpulkan mahasiswa gelar jenjang doktor dalam ajang 13th APRU Doctoral Student Conference. Acara yang rutin digelar tiap tahun ini menjadikan Universitas Indonesia (UI) sebagai tuan rumah.

Sekretaris Panitia Penyelenggara, Alfrida mengatakan, APRU merupakan asosiasi dari kumpulan universitas riset terbaik di dunia. Mereka berusaha satu sama lain untuk membuat kegiatan akademik memajukan universitas riset anggota, dan meningkatkan kualitas riset mahasiswa khusus jenjang doktor.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Anggotanya ada 169 universitas se-Asia Pasifik. Selain itu, mereka melakukan pembahasan tentang riset dan dikupas oleh para peserta mahasiswa doktor yang hadir, dengan berbagai narasumber yang bergelar profesor," kata Alfrida di Perpustakaan UI, Selasa (19/8/2014).

Mereka yang memaparkan presentasi juga sudah melalui proses seleksi. Pembahasan riset mereka dititikberatkan seputar masalah isu lingkungan dan kesehatan.

"Seperti global warming, health, climate change dan lingkungan. Setahun sekali, dan ini bergilir, kebetulan tahun ini UI jadi tuan rumah. Di sini kumpulan dari mahasiswa yang sudah terpilih," jelasnya.

Para mahasiswa, kata Alfrida, saling melihat bagaimana universitas lain melakukan riset lalu melakukan perbandingan hasil. Alfrida menegaskan sejauh ini riset tersebut merupakan riset pribadi mahasiswa, belum menjadi rekomendasi atau implementasi kepada pemerintah setempat.

"Kegiatan ini pasti berguna untuk mempertajam riset mereka dan tak sedikit satu sama lain melakukan join riset. Apalagi narasumbernya ada yang dari NUS, Universitas Tohoku Jepang dan Korea. Ada juga para pakar di bidangnya," ungkap Alfrida.

Salah satu peserta adalah Misnaniarti. Mahasiswi jenjang doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini tertarik mengikuti kegiatan tersebut untuk memperbanyak pengetahuan dan isu-isu yang sedang dibahas secara global khususnya tentang kesehatan.

"Saya sebagai mahasiswa doktor juga ingin tahu masalah kesehatan yang sedang menjadi isu terkini di dunia, salah satunya kalau di Indonesia tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," tuturnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini