Share

Kelebihan Indonesia dari Jepang

Arpan Rachman, Okezone · Rabu 27 Agustus 2014 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 27 373 1030609 0pjDTHXcP2.jpg Prof Akhmaloka. (Foto: Okezone)

MAKASSAR - Rentang jarak dari Aceh ke Papua kalau kita pergi naik pesawat terbang bisa ditempuh tanpa henti selama tujuh jam. Lama perjalanan tersebut sama dengan penerbangan Jakarta-Tokyo.  

Uraian matematis itu diutarakan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Akhmaloka untuk menunjukkan betapa luasnya wilayah negara Indonesia. Dia menyebut luas wilayah Nusantara sebagai bonus demografi yang patut dijaga seutuhnya.

 

Selain itu, katanya, Indonesia memiliki penduduk usia antara 10-30 tahun paling banyak, lebih 60 persen dari total populasi. Artinya sampai 30 tahun mendatang, penduduk Indonesia masih terbilang produktif. “Kita punya young society (kalangan pemuda) sangat besar,” ujarnya kepada Okezone, di hadapan siswa-siswi madrasah se-Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

 

Dia meneruskan, bila dibandingkan dengan Jepang, maka Indonesia lebih baik dalam soal luas wilayah dan banyaknya penduduk usia produktif. Menurut Prof Akhmaloka, Jepang didominasi oleh kalangan berusia lanjut (aging society). Sementara jumlah kelahiran lebih sedikit daripada jumlah kematian. 

 

Akibatnya penduduk usia produktif di Jepang harus bekerja lebih keras dari kebanyakan penduduk produktif di Indonesia. Pasalnya, orang yang Jepang yang bekerja ikut menanggung beban hidup golongan pensiunan atau penduduk yang berusia tua.

 

"Bila kita tidak bisa mendidik anak-anak muda menjadi generasi yang terampil, maka bonus demografi itu bisa menjadi disaster society (masyarakat bencana). Bila berhasil mendidik, maka bapak-ibu gurulah yang menjadi pahlawan-pahlawan bagi negeri ini," tukas Akhmaloka yang juga alumnus madrasah.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini