nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Harus Hentikan "Bom Waktu" Warisan SBY

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 01 September 2014 09:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 09 01 339 1032458 f6f2HDJEKG.jpg Joko Widodo

JAKARTA- Pusat Kajian Trisakti menyoroti sekaligus menanggapi kritik politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait tentang pemerintahan SBY yang dianggap gagal dalam memberantas mafia BBM.

Wakil Direktur Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti) Juliaman Napitu Saragih mengatakan, ICW baru saja melansir penelitian kebocoran APBN Rp180 triliun di DPR maupun di instansi pemerintah.

"Sebagai (orang) lama berkecimpung di Panitia Anggaran sejak era pemerintahan SBY dimulai, Bang Ara pasti mengetahui bagaimana melakukan efisiensi anggaran dan memberantas praktik mafia anggaran yang sudah berlangsung lama sehingga kebocoran tersebut dapat dialihkan ke subsidi BBM bagi rakyat kecil," kata Juliaman di Jakarta, Senin (1/9/2014).

Juliaman menambahkan, bahwa Rp180 triliun itu setara dengan 10 persen subsidi BBM sesuai harapan Maruarar Sirait mempertahankan subsidi BBM 22 persen.  "Saat ini kan Jokowi-JK mendapatkan warisan pemerintahan lalu yang membiarkan subsidi BBM mencapai 22 persen APBN, karena semakin besar BBM impor makin untung para 'bromocorah migas' dan antek-anteknya," ucapnya.

Lebih lanjut Bendahara Repdem Jawa Barat ini menyarankan semestinya yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK saat ini adalah bagaimana menghentikan 'bom waktu' warisan pemerintahan terdahulu agar anggaran tersebut bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur dan sektor-sektor yang bisa langsung dinikmati rakyat kecil.

"Kritik itu dapat dipertimbangkan untuk mengepalai satgas pemberantasan mafia anggaran dan energi karena beliau pasti memiliki pengalaman luas dan memberikan solusi yang realistis dan praktis. Ini juga merupakan tantangan pemerintahan Jokowi-JK," pungkasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini