Masih Nego Harga, PSK & Pelanggannya Keburu Digaruk Satpol PP

Syaiful Islam, Okezone · Selasa 02 September 2014 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 02 521 1033133 D7pw5Uvn0I.jpg PSK ditangkap anggota Satpol PP (Foto: Syaiful/Okezone)

PAMEKASAN - Sial dialami Imam S (28), warga Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Dia dan seorang pekerja seks komersial (PSK) ditangkap anggota Satpol PP saat tawar menawar harga di dalam kamar.

Petugas kemudian menggelandang Imam dan Mi'atun (45), warga Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Pamekasan. Hasil introgasi petugas menyebutkan, Mi'atun memang merupakan pekerja seks komersial (PSK). Dia datang ke TKP sengaja menemui pelanggan. Sebab, sebelumnya sudah ada janjian. Kemudian mereka masuk ke kamar untuk indehoi.

Sesampai di dalam kamar, rupanya mereka tidak langsung berhubungan intim. Melainkan masih tawar menawar terkait tarif. Mi'atun mematok harga Rp 100 ribu sekali kencan. Namun, harga tersebut dinilai terlalu mahal oleh Imam.

Lalu Imam menawar dengan harga di bawahnya. Karena belum ada kesepakatan harga, mereka belum berhubungan intim. Tak lama berselang, petugas bersama warga datang. Pasangan mesum ini pun digelandang ke kantor Satpol PP.

"Kami belum sempat melakukan apa-apa, karena belum sepakat soal harga. Saya meminta harga Rp 100 ribu sekali main, tapi ditawar dibawah itu. Lalu ada satpol PP datang. Saya terpaksa melakukan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi," kilah Mi'atun.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Pamekasan, Didik Hariadi, menyatakan saat ini pasangan tersebut dibina oleh petugas. Setelah itu, akan dipulangkan ke daerah asal agar tidak mengulangi perbuatannya. "Kami menangkap keduanya berdasarkan informasi dari masyarakat. Dimana menyebutkan ada pasangan lain jenis, bukan suami istri berada dalam satu kamar," tandas Didik saat dikonfirmasi.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini