nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa Papua Iri dengan Siswa Kota Besar

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Sabtu 06 September 2014 12:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 09 06 560 1035095 GLHlLBcEqF.jpg Siswa Papua Iri dengan Siswa Kota Besar (Foto: dok. okezone)

LOMBOK - Mengikuti kompetisi nasional tentu butuh persiapan matang. Maklum, saingannya dari seluruh Indonesia.

Tapi, dua peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 dari Papua ini tidak menjalani persiapan maksimal. Pasalnya,  fasilitas pendidikan di daerah asal mereka masih minim.

"Kami iri dengan teman-teman di kota besar, fasilitas pendidikan di sana lebih lengkap," ujar siswa SMAN 1 Nabire, Papua, Melani, ketika berbincang dengan Okezone, di Lombok, Sabtu (6/9/2014).

Melani bertarung di bidang Matematika. Sedangkan Esha, adalah peserta OSN tingkat SMA bidang Geografi. Keduanya menyebut, materi yang diujikan dalam kompetisi ini sangat sulit.

"Soal-soal matematika yang saya kerjakan mungkin standar perguruan tinggi," imbuh Melani.

Setali tiga uang dengan Melani, Esha juga merasakan kesulitan yang sama. Bagi siswi SMAN 1 Jayapura itu, soal yang diujikan dalam OSN melebihi kemampuannya.

"Lebih susah dari silabus dari diberikan panitia," tutur Esha.

Jika banyak siswa peserta OSN memersiapkan diri dengan mengundang pembimbing khusus dari universitas, maka tidak demikian dengan keduanya. Melani, bercerita, mereka belajar sendiri dan hanya dibimbing guru sekolah.

Untuk melengkapi persiapan, kata Esha, mereka belajar menggunakan internet. Namun dia tidak berkutik ketika harus menghadapi ujian praktik. Karena kekurangam fasilitas praktikum, Esha pun harus menghadapi alat praktikum Geografi untuk pertama kali.

"Bingung, sih, tapi ya saya kerjakan semampu saya," tuturnya.

Sementara itu, meski tidak ada ujian praktik, Melani juga merasakan kebingungan yang sama dalam mengerjakan soal OSN. Selama dua hari lomba, dia harus mengerjakan delapan soal dalam berbagai bidang matematika seperti geometri, aljabar, bilangan dan kombinatorika.

"Sebagian besar sih susah. Apalagi kalau harus menggambar untuk membuktikan teori," kata gadis berkerudung itu.

Meski terhambat berbagai kendala, keduanya menikmati kesempatan menjadi peserta OSN. Apalagi, mereka tidak melulu berlomba.

"Kami juga rekreasi dengan peserta OSN lainnya," ujar Esha.

OSN diikuti sekira 2.000 siswa Indonesia dari jenjang SD hingga SMA. Pada tahun ke-13 pelaksanaannya, kemampuan peserta OSN diuji dalam sembilan bidang lomba yakni matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, astronomi, ekonomi, kebumian dan geografi. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini