nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Dapat Perak Aja Udah Senang"

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Minggu 07 September 2014 13:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 09 06 560 1035270 Rn3EjiELZs.jpg "Dapat Perak {Aja Udah} Senang" (Foto: dok. okezone)

LOMBOK - Edwin Aldrian Santoso masih duduk di kelas 8 SMAN 1 Surakarta. Tapi semangatnya untuk ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 tidak kalah besar dengan siswa di tingkat atasnya.

Perjuangan Edwin tidak sia-sia. Dia diganjar medali perak di bidang ilmu Fisika. Seperti kebanyakan peserta OSN 2014 lainnya, Edwin merasa soal-soal OSN sangat sulit.

"Saya sampai enggak nyangka bisa dapat medali. Perak aja udah bikin seneng karena banyak soal ujian yang enggak bisa saya selesaikan," kata Edwin, ketika berbincang dengan Okezone usai acara penutupan OSN 2014 di Lombok, NTB, Sabtu (6/9/2014).

Edwin menyebut waktu sebagai kendala utama dalam mengerjakan soal-soal OSN. Jumlah soal yang harus dikerjakan, kata Edwin, tidak sebanding dengan waktu yang diberikan panitia.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini awalnya menggeluti bidang matematika dalam kompetisi sains tingkat SMP. Tetapi, sejak masuk SMA, minatnya beralih ke fisika.

"Fisika itu seru banget karena dekat dengan kehidupan sehari-hari," tutur Edwin.

Dia mengaku, ketika mengikuti OSN targetnya adalah dapat medali, apa pun itu. Sebab, medali merupakan tiket siswa untuk bisa mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan olimpiade fisika internasional (IPO).

Hal tersebut diamini sang ayah yang juga merupakan guru pendamping siswa, Budi Teguh W Santoso. Menurut pengajar di SMAN 1 Surakarta ini, masuk pelatnas berarti kesempatan Edwin untuk belajar menjadi lebih banyak.

"Semoga Edwin terus lolos dalam berbagai tahapan sehingga bisa nambah ilmunya," ujar Budi.

Sehari-hari, pria yang memiliki lembaga bimbingan belajar sains ini memang sangat mendukung pendidikan sang anak. Bersama sang istri, Budi juga tidak segan mendaftarkan Edwin ke tempat les untuk memperdalam pengetahuannya dalam bidang sains.

"Edwin tetap main dengan teman sebayanya. Tapi kegiatan seperti ini sangat bermanfaat mengurangi hal-hal tidak berguna," paparnya. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini