Polisi Tangkap Bandit Spesialis Begal di Atas Fly Over

Awaludin, Okezone · Minggu 07 September 2014 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 07 500 1035368 Hy08e6dll4.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Basuki Adinanto (21), dan Riki (26), bandit spesialis begal motor di jalan layang berhasil ditangkap anggota Reskrim Polsek Kembangan. Keduanya ditangkap di markasnya di daerah Kampung Tanah Tinggi, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, pada hari Rabu 3 September 2014.  

 

Kapolsek Kembangan, Kompol Herru Agus, mengatakan, keduanya kerap beraksi menggunakan senjata tajam jenis pisau untuk mengancam para korbannya.

 

"Mereka biasa beraksi pada pukul 01.00 WIB di fly over, dengan membawa pisau untuk mengancam para korbannya," ujar Herru kepada wartawan, Minggu (7/9/2014).

 

Kata Herru, kedua tersangka mencari para pengendara yang melintas di fly over di wilayah Jakarta Barat seperti Pesing, Jembatan Dua, Jakarta Outer Ring Road West 1 atau Lingkar Luar Kembangan-Cengkareng. Juga di fly over Tangerang Kota, salah satunya di Cikokol.

 

"Saat kami lakukan penggerebekan di markasnya, kami temukan beberapa motor hasil rampasannya," lanjutnya.

 

Biasanya, kedua pelaku menggunakan motor Honda Beat warna orange bernomor polisi B 3523 BZB untuk beraksi, dan modusnya mereka memepet para korbannya yang sudah diincarnya.

 

"Saat korban sudah terpepet, tersangka Riki sebagai eksekutor turun dari motor dan menodongkan pisau ke korban, lantas membawa lari hasil rampasan," terangnya.

 

Dalam waktu sebulan, kedua pemuda asal Lampung Tengah itu berhasil membegal lima unit sepeda motor dan aksi pertamanya dilakukan di fly over Outer Ring Road Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

 

"Di fly over itu mereka merampas motor Honda Beat putih bernopol B 6445 GJW," terang Herru.

 

Dan pada bulan Agustus, mereka berhasil menggondol satu unit motor Honda Versa berwarna abu-abu bernopol B 3710 SIM di daerah Tangerang Kota. Lalu, di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara tersangka berhasil memetik motor Honda Beat warna merah.

 

Dan di Ramayana Cengkareng tersangka mengambil Honda Scoppy warna putih, dan yang terakhir motor Suzuki Satria FU merah juga di Tangerang Kota.

 

"Untuk menghilangkan jejak, plat nomor motor mereka buang," lanjut Herru.

 

Motor hasil begalan tersangka, kata Herru, dijual ke seorang penadah bernama Nur di Desa Diaga Lega, Lampung Tengah. Untuk unit motor merk Honda mereka patok seharga Rp1,2 juta, dan motor Suzuki Satria FU seharga Rp1,8 juta.

 

"Uang hasil pencurian motor itu digunakan untuk berfoya-foya," lanjutnya.

 

Dari markas kedua tersangka, polisi menemukan motor hasil rampasan untuk dijadikan barang bukti seperti satu unit Honda Versa bernomor polisi B 3710 SIM, Yamaha Jupiter MX B 6420 CWV, Yamaha Mio B 3104 BVZ, dan sebilah pisau dapur.

 

Kini kedua pemuda asal Lampung mendekam dibalik jeruji Mapolsek Kembangan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan petugas masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini