"Munir" Tetap Suarakan Keadilan

Hari Istiawan, Okezone · Senin 08 September 2014 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 08 345 1035683 k6lL2G2Pco.jpg Para pegiat HAM melakukan refeksi 10 tahun meninggalnya Munir (Foto: Hari Istiawan/Okezone)

MALANG - Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Mereka berdiri di samping makam Munir Said Thalib, pejuang HAM yang meninggal pada 7 September 2004 karena dibunuh.

Mereka mendoakan Munir serta melakukan refleksi atas perjuangan dan apa yang pernah disuarakannya semasa hidup.

Beragam aksi juga dilakukan para pegiat HAM di Malang beberapa hari menjelang peringatan 10 Tahun Munir. Acara tersebut dipusatkan di Omah Munir, bekas rumah Munir di Jalan Bukit Berbunga, Bumiaji, Kota Batu.

Di alun-alun dan perempatan jalan, para pemuda turun ke jalan mewarisi semangat Munir untuk memperjuangkan HAM dan keadilan.

Beragam kegiatan digelar di Omah Munir yang dibentuk seperti museum HAM. Anak-anak muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa tampak antusias dan menyimak setiap acara yang digelar. Mereka belajar tentang semangat Munir untuk memperjuangkan keadilan.

Siho Mulyanto, aktivis Jaringan Pemuda Batu, menagih janji para pemimpin negeri untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan Munir. Almarhum meninggal karena diracuni di pesawat dalam perjalanan menuju Belanda.

“Pemerintahan SBY belum mampu mengungkapnya, meski dulu pernah berjanji akan menyelesaikan kasus ini,” katanya.

Harapan kepada pemerintahan yang baru pun diletakkan kembali. Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diharapkan mau dan mampu menguak misteri tersebut.

Siho menegaskan, pihaknya akan terus memperjuangkan keadilan hingga semua kasus pelanggaran HAM di Indonesia dituntaskan.

Istri almarhum Munir, Suciwati, berharap pemerintahan Jokowi-JK bisa menuntaskan kasus ini. Sebab, janji Presiden SBY untuk menuntaskan kasus ini juga belum bisa ditepati.

“Saya berharap semua kasusnya bisa dituntaskan,” ungkapnya.

Pada Sabtu 6 September 2014 malam, pemutaran film inspiratif diputar di Omah Munir Batu. Ratusan pelajar dan mahasiswa datang silih berganti, menyimak, mencermati, dan mendalami isi film.

Ada tawa, isak, dan harapan di mata mereka. Suciwati juga ikut menikmati film yang diputar. Dia duduk di antara “Munir-Munir” muda di sekitarnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini