Esemka Bisa Senasib dengan Bus Transjakarta 'Yutong'

Bramantyo, Okezone · Jum'at 12 September 2014 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 12 339 1038287 aWYb4fKc5D.jpg Bus Transjakarta merek Yutong teronggok di Pool Cawang (Foto: Antara)

SOLO - Presiden terpilih, Joko Widodo, diminta untuk tidak teburu-buru memilih mobil Esemka sebagai kendaraan dinas menteri. Esemka dikhawatirkan mengulang kasus Bus Transjakarta produksi asal China bermerek ‘Yutong’.

 

"Awalnya mencoba menghemat pengeluaran negara. Tapi bukannya menghemat,malah sebaliknya. Anggaran negara bisa menjadi boros," kata pengamat sosial Kiswandi Agus kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/9/2014).

 

Menurut Agus, bisa saja para menteri ini dipaksakan menggunakan mobil Esemka. Namun kenyataan di lapangan, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saja tidak lagi menggunakan mobil Esemka, dengan alasan kelayakannya belum teruji. Karenanya, Agus menyarankan agar Jokowi lebih memilih mobil Jepang yang kualitasnya sudah teruji.

 

Dampak lainnya, bukan tak mungkin para menteri justru lebih memilih menggunakan mobil pribadi dibandingkan menggunakan Esemka sebagai mobil dinas. "Para menteri ini kan termasuk kalangan VVIP dimana keselamatannya pun harus terjamin. Nanti kalau pakai Esemka, kalau mogok bagaimana. Bisa-bisa mereka pakai mobilnya sendiri. Toh, yang terpenting mereka sudah jadi menteri," ujarnya.

 

Lebih jauh agus melihat, ‎polemik mobil menteri ini lebih dimanfaatkan para pemodal besar untuk mencoba mencari keuntungan dari isu Esemka. Bila hal itu benar terjadi, bukan malah penghematan anggaran didapat dan malah sebaliknya.

 

"Ini bukan cerita sangkuriang yang minta dibuatkan danau bisa selesai dalam satu malam. ‎Begitu pula dengan Esemka. Bisa saja mobil Lamborghini logonya diganti Esemka dan diaku sebagai prodak Esemka. Kalau sudah begitu, tak ubahnya seperti proyek bus Transjakarta dari China,” jelasnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini