Junaedi Ditembak Polisi Gara-Gara Nyolong Motor

Yudhi Maulana, Okezone · Sabtu 13 September 2014 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 12 501 1038310 WpJhvgtnzZ.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BOGOR - Seorang perantau asal Lampung, Junaedi (18) ditangkap anggota Satreksrim Polres Bogor Kota karena kepergok telah mencuri sepeda motor. Ia terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan saat ingin ditangkap.

Junaedi mengaku, terpaksa melakukan pencurian motor karena terhimpit keadaan ekonomi.

"Saya di Lampung kerjanya bantu orangtua urusin sawah. Baru bulan Agustus ini saya ke Bogor," jelasnya di Mapolres Bogor Kota, Jumat (12/9/2014).

Bersama tiga rekan lainnya, Lukman, Supriadi, Junaedi dan Rodiansyah yang juga berasal dari Lampung melakukan aksinya di sekitar Kota dan Kabupaten Bogor.

Dalam beroperasi, Junaedi bertindak sebagai pemetik atau eksekutor. Mereka mengincar motor yang tengah terparkir di pinggir jalan.

"Saya cuma pakai (kunci) letter T, enggak pernah bawa senjata tajam. Biasanya ngincar motor matic dan enggak dikunci ganda," tambahnya.

Setelah berhasil, motor hasil curian mereka jual ke penadah seharga sekira Rp2 juta. Sekali beraksi ia hanya mendapatkan upah sebesar Rp300 ribu. "Selama sebulan saya sudah berhasil dapet lima motor," tambahnya.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, keempat pelaku curanmor itu terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan saat ingin ditangkap petugas. "Mereka mencoba kabur dan melawan sehingga petugas terpaksa melumpuhkan mereka," tuturnya.

Selain menangkap pelaku, pihaknya juga menangkap pelaku pencurian dengan kejahatan dengan modus pecah kaca. Pihaknya terus mengembangkan ke tempat kejadian perkara (TKP) lain dan akan melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih berkeliaran.

Para pelaku terjerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman minimal kurungan lima tahun penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini