PDIP: Esemka Belum Layak Jadi Mobil Jokowi

Arief Setyadi , Okezone · Sabtu 13 September 2014 00:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 13 339 1038470 63KsgNDQ7s.jpg Saat Jokowi memamerkan mobil Esemka (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tidak akan menggunakan mobil Esemka dalam perjalanan dinasnya sebagai presiden RI. Pasalnya, mobil karya anak negeri tersebut dianggap belum layak untuk ditunggangi mantan Wali Kota Solo itu ketika memimpin negeri ini.  

 

Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno, menyatakan mutu dari mobil Esemka masih perlu ditingkatkan dan harus punya sertifikasi. Sehingga untuk saat ini mungkin belum akan digunakan oleh Jokowi melihat dari aspek keamanan dan teknologinya.

 

"Iya untuk jangka pendek belum bisa, tapi industri mobil Esemka akan kita kembangkan dan kita bertekad 15 tahun kedepan terwujud, karena tidak cukup hanya 1-2 tahun untuk mengembangkan," katanya kepada Okezone, Jumat (12/9/2014).

 

Pria yang bergelar profesor ini menjelaskan perlunya dilakukan pengembangan ini bukan hanya untuk kepentingan pejabat tinggi, tetapi memang produk dalam negeri ini akan menjadi kebanggaan nasional. Itulah sebabnya, kedepan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan terobosan, misal dengan produsen Esemka ini didorong menjalin kerjasama dengan pabrikan yang memiliki kalibrasi teknologi yang canggih.

 

"Sehingga suatu hari nanti mobil Esemka menjadi dominan digunakan di Indonesia," tuturnya.

 

Apalagi, kata Ketua DPP PDIP ini, melihat perlunya membangun spirit atau semangat baru untuk hidup hemat dan bersahaja. (Klik: Maukah Jokowi Dorong Esemka Jadi Mobil Dinas Pejabat?)

 

"Kemudian, pemimpin itu harus jadi pejabat publik yang harus melayani dan bukan dilayani, panggung politik harus jadi panggung keteladanan bukan mempertontonkan kemewahan, seperti birokrasi adalah hemat dan bersih nah dalam konteks seperti itu maka seluruh jajaran birokrasi diminta melakukan hemat dan sederhana," terangnya.

 

Ia menilai semangat ini sejatinya sudah dimulai sejak lama digembar-gemborkan, tetapi tidak pernah dijalankan. Alasannya jelas karena pejabat publik selalu beranggapan harus berbeda dengan rakyat jelata. (Klik: Pencipta Esemka Siapkan Mobil Khusus untuk Jokowi)

  "Kedepan kan kita harapkan pilihan minuman yang sering digunakan atau mobil dinas harus bersahaja, dan tentu bersahaja itu bukan berarti mengorbankan keselamatan," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini