Share

PKS Desak Ahok Minta Maaf

Angkasa Yudhistira, Okezone · Senin 15 September 2014 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 15 500 1039408 CInyqAwwgd.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selamat Nurdin mengaku keberatan dengan segala pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap melakukan penilaian negatif kepada DPRD.

"PKS cuma komplain perkataan (Ahok) yang kasar saja. Lihat rapim saja. Kalau laporan ke polisi ujungnya, itu mekanisme pimpinan dewan saja. Kalau kita komplain ya wajar. Tidak ada pernyataan yang mengapresiasi bawahan. Kita ingin Ahok memperbaiki tutur kata yang bagus," kata Selamat Nurdin di Gedung DPRD DKI, Senin (15/9/2014).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pimpinan kepala daerah, kata Selamat Nurdin, mengelola pegawai selaku aparatur negara. "Kalau komandan tidak memadai perkataannya diluruskan, mengenai langkah-langkah berikutnya, kita ikut saja. Karena ini menyangkut kelembagaan. Ahok kan sebagai wagub, kalau pribadi tidak kita permasalahkan," kata Selamat Nurdin.

Setiap fraksi di DPRD DKI, sambungnya, memberikan konsepnya ke rapim tentang langkah apa yang sebaiknya diambil oleh jajaran Wakil Rakyat Kebon Sirih. "Kalau setuju secara voting dalam dapat, kita ikutin. Langkah dewan akan melakukan apa? Kita (PKS) cuma komplain ungkapan yang kurang mendidik masyarakat. Ngomong lu-gue, bajingan, sekarang menyinggung kelembagaan. DPRD main golf saja, saya enggak main golf tuh. Lewat media kita komplain, kalau ketemu Ahok pun akan kita bicarakan," terangnya.

"Ahok butuh meminta maaf dalam rapat terbatas. Kita enggak butuh juga minta maaf ke media, tapi klarifikasi di forum internal. Kita coba nyatuin pendapat di dewan langkahnya. Mungkin bisa juga interpelasi," tandasnya.

Karena itu, Selamat Nurdin menyatakan, persoalan Ahok sebaiknya ditanyakan pada tiap fraksi. Karena kemungkinan pandangan yang akan dikeluarkan oleh fraksi yang ada di DPRD bisa saja berbeda-beda, yang kemudian akan dibawa pada rapat pimpinan DPRD DKI.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini