nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Berambisi Meski Berpeluang Jadi Menteri

Selasa 16 September 2014 12:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 09 16 158 1039757 qhLgid1M8s.jpg Ilustrasi kabinet Jokowi (Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden terpilih Jokowi telah memastikan jumlah kabinet yang akan dipimpinnya sebanyak 34 Kementerian. Namun siapa saja yang mengisi kursi kabinet masih teka-teki.

 

Mantan Wali Kota Surakarta itu menyebut sebanyak 16 kursi kabinet berasal dari Partai Politik sebagai jembatan antara pemerintah dengan kekuatan legislatif di DPR. Artinya, sebanyak 18 kursi berasal dari luar partai politik.

 

Sejak awal pembentukan Rumah Transisi, yang mendesain postur kabinet Jokowi-JK, sudah banyak figur yang dimunculkan untuk calon-calon menteri. Sejumlah nama kepala daerah yang berprestasi pun tidak luput dari radar Jokowi untuk dipertimbangkan sebagai calon menterinya.

 

Memang, masih sedikit kepala daerah yang dianggap sukses memimpin daerahnya dan memiliki prestasi yang diunggulkan untuk masuk dalam jajaran kabinet. Namun, salah satunya ada yang dijagokan masuk sebagai calon menteri yaitu Bupati Kudus, Musthofa.

 

“Sebagai warga negara, jika memang diberikan tanggung jawab sebagai menteri, saya menganggapnya sebuah tugas yang harus diemban, sekaligus sebagai tantangan yang tidak mudah,” ujar Musthofa.

 

Selama ini, sejumlah pakar dan politisi nasional menyebut Musthofa layak menjadi anggota kabinet Jokowi-JK menduduki Pos Kementerian Koperasi dan UKM. Bagi Musthofa, tugas dan tanggung jawab seperti itu bukanlah diminta-minta. Tetapi, jika pun Presiden terpilih Jokowi-JK meminta dan menunjuknya untuk memimpin kementerian itu, Musthofa tidak gentar.

 

“Saya hanya bisa katakan, apa yang saya kerjakan selama memimpin Kudus, jika itu memang dianggap sebagai sebuah prestasi, biarlah itu dinilai oleh masyarakat. Yang pasti, saya pun tidak gentar melaksanakan tanggung jawab sebagai abdi negara, sebab saya hanya berpegang pada prinsip bekerja untuk rakyat dan lakukan yang terbaik demi kesejahteraan rakyat. Saya menguatkan komitmen saya mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Musthofa terpilih untuk kedua kalinya memimpin kabupaten Kudus. Kegemarannya membangun koperasi bagi para PKL, juga membangun perekonomian kreatif di wilayahnya, menjadi salah satu kelebihannya. APBD kecil tidak menjadi halangan bagi Musthofa mengembangkan ekonomi kreatif. “Hambatan APBD tidak menjadi kendala,” tuturnya.

 

Meski masih 4 tahun lagi Musthofa memimpin Kudus, menurut dia, dirinya membangun sistim pemerintahan yang professional. Sehingga, apapun yang dikerjakan pastinya bisa bergerak secara sistimatis.

 

“Saya tidak khawatir, sebab saya pun membesarkan orang, mempersiapkan orang utuk siap menjadi pemimpin yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab melayani masyarakat. Dan itu semua bisa berjalan dengan komitmen dan kemauan bersama bekerja,” ujarnya.

 

Ditanya mengenai sektor Koperasi dan UKM, dia menyampaikan, hanya melakukan tugasnya sebagai Bupati di Kudus yang memang banyak bersentuhan dengan para pengrajin, petani, nelayan dan para pedagang kaki lima. “Saya kira, ya dengan memberdayakan perekonomian rakyat, ya ekonomi kerakyatan, itu bisa dilaksanakan,” ujar Musthofa.

 

Pria yang rajin blusukan ini menyampaikan, usaha dan kreativitas masyarakat adalah potensi yang sangat besar untuk menopang perekonomian Indonesia ke depan, seperti PKL.

 

“Selama ini, image yang tercipta dimana PKL selalu dianggap kumuh, merisaukan itu tidak benar. Tentu harus diberdayakan, perlu menjalin komunikasi dengan mereka, menjadikan PKL sebagai mitra dan membuat mereka juga menjadi lebih manusiawi,” papar Musthofa.

 

Untuk itu, sebagai Bupati, Musthofa membuat tanggal 5 Januari sebagai Hari Gebyar PKL di Kudus. “Kudus itu ibaratnya surga bagi para PKL. Mereka itu tangguh dan merekalah salah satu segmen penopang ekonomi kerakyatan. Yang bisa dilakukan adalah, menyediakan fasilitas bagi mereka seperti tempat berdagang yang layak dan manusiawi, tertata bagus dan tidak menimbulkan masalah, sarana dan prasarana yang layak, kasih tenda, juga membangun koperasi kepada mereka, memberikan bantuan permodalan juga. Itu yang bisa dilakukan di sektor Koperasi dan UKM kita,” papar Musthofa.

 

Selain itu, hal yang sama juga dilakukan untuk segmen ekonomi kerakyatan lainnya. “Ada juga mengenai fasilitas atau tepatnya menjembatani dan memberdayakan pengrajin dan perusahaan-perusahaan, semisal untuk pengrajin atau produsen menu nusantara untuk kuliner, ekonomi kreatif lainnya,” ujarnya.

 

Langkah yang dilakukan adalah, dengan melakukan Sambang Deso artinya berkunjung ke desa-desa, bertemu dengan para tokoh masyarakat, para pengrajin, pemuda dan semua potensi masyarakat di desa-desa. Kegiatan itu, biasanya dia lakukan pada Selasa malam, rutin. Selain itu, ada juga Safari Jumat, yakni berkeliling ke mesjid-mesjid setiap hari Jumat, dari satu mesjid ke mesjid lainnya di seluruh Kabupaten. Juga dengan tujuan membangun komunikasi dan meningkatkan kreativitas masyarakat.

 

Tentu, lanjut Musthofa, perlu kerja sama yang baik dengan sektor lainnya. Semisal, dalam membangun jalur transportasi yang memadai dan layak di Kudus. “Transportasi darat (jalur utara Kudus) bisa segera direalisasikan, dengan membangun rel kereta api doble track, sebab itu akan memperlancar perekonomian rakyat,” ujarnya.

 

Bagi Musthofa, seorang Menteri Koperasi dan UKM itu harus sangat dekat dan lekat dengan masyarakat. Dengan demikian, akan bisa diketahui persoalan yang terjadi, mengenall potensi ekonomi dan usaha-usaha masyarakat. “Kemudian dikembangkan dan difasilitasi, dimodali, didukung dan dibina,” ujarnya.

 

Resep sebagai pemimpin yang dia terapkan, adalah dengan menganut dan melakukan Prinsip 3 M. “Tiga M saja, yakni Melihat, Mendengar dan Melaksanakan. Harus mau melihat sendiri apa yang ada, mendengar masyarakat dan melaksanakan program kerakyatan,” pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini