nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Kebut Pembangunan Sang Calon Menteri

ant, Jurnalis · Kamis 18 September 2014 19:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 09 18 158 1041223 9GEoonhcbf.JPG

JAKARTA- Pembangunan infrastruktur di Indonesia harus membuka peluang investasi pihak swasta.

 

"Pola ini terbukti berhasil memfasilitasi percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ke depan, harus terus ditingkatkan," ungkap Sultan Kesultanan Banjar Kalimantan Selatan Khairul Saleh, Kamis (18/9/2014).

 

Pria yang belakangan mulai ramai disebut sebagai kandidat Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada Kabinet Presiden Jokowi-JK ini menilai, pola kebijakan berdasarkan kemitraan pemerintah-swasta tadi mengakselerasi pemerataan pembangunan. Hal itu telah dibuktikan oleh Ketua ICMI Kalsel ini dalam kepemimpinannya.

 

Sebagai Bupati Banjar, ia berhasil menekan tingkat kemiskinan hingga tinggal 2,92 persen. Semuanya ditempuh dengan pendekatan pembangunan infrastruktur yang terkait dengan peningkatan aksesibilitas masyarakat pedesaan dan infrastruktur pertanian.

 

"Karena sektor pertanian merupakan sektor dominan, maka kebijakan di Kabupaten Banjar adalah konsep pemerataan," ujar birokrat karier yang mengawali karier di Departemen Pekerjaan Umum ini.

 

Menurut dia, peningkatan angka pemerataan pendapatan di Kabupaten Banjar termasuk kategori baik di posisi 0,33. Angka kemiskinan Banjar 2,97 persen, pengangguran terbuka 2,62 persen, dan pertumbuhan ekonomi pun mencapai 6,33 persen. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan untuk tingkat nasional di mana pertumbuhan ekonomi di posisi 5,7 persen.

 

"Ke depan, keberhasilan ini akan dilanjutkan di tingkat provinsi dan nasional, semata-mata untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," katanya.

 

Sederet prestasi diukir Sang Sultan Banjar. Di antaranya meraih Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI (2010), dan prestasi sebagai daerah terbaik di bidang  perizinan dan penanaman modal berupa anugerah Investment Award (2011, 2012, 2013, 2014) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan E- Procurement (E-Proc) 2013, penghargaan sebagai Daerah Terbaik di Bidang Jasa konstruksi berturut-turut pada 2012 dan 2013.

 

Tercatat pula, Kabupaten Banjar merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang berhasil meraih supremasi tertinggi  di bidang pekerjaan umum. Banjar juga meraih penghargaan sebagai Daerah Terbaik I Nasional Bidang Perikanan pada 2014.

 

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin ini dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terbaik Nasional Peduli Lingkungan 2014. Dalam 3 tahun terakhir, Kabupaten yang dipimpinnya meraih penghargaan dua kali Adipura, dan terakhir tahun 2014 Adipura Kencana.

 

Tokoh masyarakat Kalimantan Selatan yang juga mantan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Prof Kustan Basri mengapresiasi kinerja Sultan Khairul Saleh dalam memajukan pembangunan daerah. Menurut dia, sosok Sultan H Khairul Saleh dikenal sangat merakyat dan amanah.

 

Tak heran, jika selama ini Sultan H Khairul Saleh berhasil meningkatkan kualitas pendidikan, layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Saat ini sudah dibangun dan diperbaiki fasilitas sekolah dan sejumlah rumah sakit di Banjar untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," ujarnya.

 

Selain itu, menurut Prof Kustan Basri, sejak memimpin Banjar, Sultan Khairul Saleh telah berhasil mengangkat kebudayaan dan kembali membangkitkan Kesultanan Banjar sebagai kekayaan kebudayaan bangsa. "Sultan mampu membangkitkan budaya Banjar dan membingkai kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa," katanya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini