Ibunda Anas Pesimis Besok Hakim Bertindak Adil

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 23 September 2014 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 23 339 1043247 wCvPVHTQRo.jpg Anas Urbaningrum (foto: Heru Haryono/Okezone)

BLITAR - Sriyati (70), ibunda mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pesimis putranya akan mendapat putusan hukum yang adil pada vonis, Rabu 24 September 2014 besok.  

Sebab, dia meyakini permasalahan  yang menjerat Anas lebih banyak tercampuri kepentingan politik daripada penegakan hukum.  "Semua hanya bisa berdoa. Namun bila hukum telah dikondisikan, mana bisa adil?," tuturnya ditemui di teras rumahnya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar Selasa (23/9/2014).

 

Mengenakan daster motif bunga berbahan  sederhana, orang tua semata wayang mantan Ketua Umum PB HMI itu mengaku sehat. (baca: HMI: Bebaskan Anas!)

 

Di usianya yang relatif uzur ia masih kuat mengendarai motor seorang diri. Sambil menuntun kendaraan, Sriyati bercerita bahwa dirinya baru saja dari sawah, mengitari tegalan untuk sekedar menengok kondisi tanaman.

 

Ia juga menuturkan bagaimana kemarau panjang membuat sebagian besar petani di Desa Ngaglik terpaksa menggantungkan pengairan pada tenaga diesel.

 

Kondisi ini berbeda saat KPK pertama kalinya menetapkan Anas sebagai tersangka kasus hambalang. Tensi darah Sriyati yang memang memiliki riwayat hipertensi sontak melonjak.  "Saya sehat. Hanya bagian kaki saja yang linu linu. Penyakit orang tua," tuturnya sembari tersenyum.

 

Dalam sehari hari istri almarhum Mugheni ini ditemani Kholisul Fikri, putra bungsunya yang bekerja sebagai PNS di Sekterariat DPRD Kabupaten Blitar. (baca: Spanduk bebaskan Anas bertebaran)

 

Tidak jauh dari sana, bertempat tinggal Agus Nasrudin, anak sulungnya yang menjabat sebagai sekretaris Desa Ngaglik. Sementara Anna Luthfie, putra ketiganya berdomisili di Surabaya.

 

Rumah bercat oranye itu terlihat sepi. Sejak KPK menahan Anas, dan Anna Luthfie gagal sebagai anggota DPR RI 2014, nyaris tidak ada kesibukan yang berarti. Jarang lagi terlihat kunjungan. Pemandangan tersebut terasa kontras saat Anas masih berkuasa.  "Tidak ada lagi yang kemari. Mungkin semuanya pada sibuk," terangnya.

 

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini