Share

Filter Penjernih Air Mobile dari Undip

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 25 September 2014 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 25 372 1044068 rJhR2ZDiX2.jpg Filter penjernih air mobile dari Undip ini bisa dipakai kapan pun di mana pun dan mampu mengurangi limbah plastik. (Foto: dok. Undip)

JAKARTA - Membeli air minum dalam kemasan memang paling praktis ketika kita dalam perjalanan. Sayangnya, kebiasaan ini menambah limbah plastik yang sulit terurai alam.

Sementara itu, penggunaan botol plastik jenis PTE yang biasa dipakai air minum dalam kemasan secara berulang kali juga tidak sehat. Sebab, meningkatnya atau kontak suhu langsung terhadap matahari selama dua hingga tiga jam menyebabkan reaksi kimia yang dapat menimbulkan virus dan bakteri. Kedua materi ini muncul akibat masih ada sisa dari proses sterilisasi pabrik yang ternyata meninggalkan unsur dalam botol plastik tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Di alam sendiri, sumber air tanah dangkal makin banyak terkontaminasi sebagai efek samping dari penguraian pupuk pestisida. Dalam unsur hara tanah, proses itu menyebabkan sedikitnya 55 persen air tanah dangkal tercemar bakteri e collie, salmonella serta zat besi yang tinggi dan berbau.

Nah, tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini memiliki cara menangani masalah itu. Imam Pesuwaryantoro, Steven Suhandono dan Ilham Akbar Sukmawan membuat Inovasi Filtrasi Tutup Botol Jenaka (Jerami Nanokomposit) Sebagai Penjernihan Air Tanah Dangkal Solusi Meminimalisir Sampah Botol Plastik.

Menurut sang ketua tim, Imam, filter buatan mereka mampu mengaktivasi kembali material penjernihan air yang mulai jenuh dengan menggunakan sistem fotokatalis. Salah satu caranya,  melalui penyinaran material penjernihan air dengan matahari /lampu ultraviolet sebagai rechargeable adsorbent. Dengan begitu, polutan atau logam berat yang tertahan di permukaan filter mampu teroksidasi dengan baik.

"Keunggulan Inovasi Filtrasi Tutup Botol Jenaka (Jerami Nanokomposit) ini adalah filter catridge yang dapat dipasang pada semua jenis diameter air minum dalam kemasan," tutur Imam, seperti dinukil dari laman Undip, Kamis (25/9/2014). 

Mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2010 ini menyebut, inovasi mereka dapat dimanfaatkan para pegiat pariwisata, travelling, hiking, militer dan kepramukaan. Dia beralasan, pegiat kelima bidang itu selalu bergerak (mobile) dan sangat membutuhkan air bersih. 

"Air minum menjadi penting karena melihat medan atau aktivitas yang dilakukan jauh dari pusat perbelanjaan air minum dalam kemasan," imbuhnya.

Tidak hanya aplikatif, inovasi Imam dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Tim Generasi Synergy itu berhasil meraih "Juara Umum 1 Trofi Kementerian Lingkungan Hidup RI Kategori Inovasi Teknologi Air dan Aplikasinya Tingkat Nasional", belum lama ini. Kompetisi yang disebut Water Intec tersebut menantang para peneliti muda Tanah Air di berbagai perguruan tinggi untuk menyumbangkan solusi nyata terkait berbagai pemasalahan bangsa, termasuk sanitasi dan air minum.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini