nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Dunia Galang Dukungan untuk Palestina

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Selasa 30 September 2014 07:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 29 411 1046017 jlfYGFT8rx.jpg Perempuan Dunia Galang Dukungan untuk Palestina (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK - Organisasi perempuan internasional ingin selalu mendukung perjuangan Palestina. Mereka menginginkan kemerdekaan bagi Palestina.

Perjuangan rakyat Palestina belum berakhir meskipun gencatan senjata yang diminta oleh zionis lsrael masih berlaku sejak sebulan yang lalu. Bahkan perjuangan kemerdekaan bagi bangsa Palestina masih akan terus berlanjut hingga zionis lsrael mengakui kedaulatan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.

Dukungan dan bantuan pasti akan tetap diperlukan bagi upaya tersebut. "Dalam rangka terus mendukung kemerdekaan bagi rakyat Palestina, Adara Relief lnternational, sebuah ormas perempuan yang fokus pada bantuan untuk anak dan perempuan Palestina, menyelenggarakan acara Training For Trainers bagi para ustadzah, ketua Majelis Taklim dan ketua lembaga-lembaga wanita di wilayah Jabodetabek," kata Ketua Adara Relief lnternational, Nurjanah Hulwani, belum lama ini.

Lebih lanjut, Nurjanah mengatakan bahwa umat lslam, khususnya para ustadzah dan ketua lembaga wanita, perlu memahami mengapa perjuangan rakyat Palestina harus didukung, agar nantinya informasi yang didapat bisa disampaikan kembali ke anggota majelis taklim dan lembaga yang dipimpinnya. Diharapkan akan ada efek bersambung yang positif yang akan tersebar.

Ketua Komite Nasional Rakyat Palestina ( KNRP ) Soeripto Said meminta agar para relawan menumbuhkan semangat berjuang untuk pembebasan Al-Quds. Soeripto mengatakan bahwa Adara mesti merumuskan bentuk dukungan bagi rakyat Palestina dalan 3 sektor, yaitu hard power, soft power dan smart power.

Menggalang donasi, aksi unjuk rasa dan solidaritas, membangun komunikasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat lndonesia terhadap Palestina serta seruan untuk memboikot produk lsrael yang ada di lndonesia, merupakan upaya hard power yang telah dilakukan.

"Dalam tataran soft power, Adara perlu melakukan upaya-upaya diplomasi di tataran nasional, regional dan global. Sedangkan dalam tataran smart power, sarana sosial media (cyber power) seyogianya menjadi upaya unggulan dalam membangun opini," tutupnya.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini