Share

Polisi Layangkan Surat Pemanggilan Raja Solo

Bramantyo, Okezone · Senin 29 September 2014 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 29 511 1045993 Ktkdb7gVe6.jpg Polisi Layangkan Surat Pemanggilan Raja Solo (ilustrasi)

SUKOHARJO - Kapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, AKBP Andy Rifai memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Raja Solo Pakubuwono XIII.

Surat resmi pemanggilan pertama terhadap orang nomor satu di Keraton Kasunanan Surakarta tersebut yang diduga telah menghamili AT seorang siswai SMK di Solo telah dilayangkan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurut Andy, pemanggilan PB XIII tersebut dilakukan, setelah WT yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, saat diperiksa menyebut nama PB XIII. WT adalah orang pertama yang mengenalkan AT dengan seorang pria yang mengaku sebagai PB XIII.

"Hari ini pemanggilan resmi telah kita kirimkan. Bila dalam pemanggilan pertama PB XIII tidak hadir,maka pemanggilan kedua kita layangan. Bila dalam pemanggilan kedua juga tidak hadir, maka kita sesuai aturan, kita panggil paksa," kata Andy saat ditemui di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014).

Pemanggilan ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya yang telah diberikan WT. Sitanya, apakah nantinya antara PB XIII dan AT akan dipertemukan, pihaknya belum bisa memastikan.

"Rencananya dalam pemanggilan tersebut, pihak Kepolisian akan melakukan pemeriksaan silang data antara-pengakuan WT yang diduga mengenalkan korban dengan PB XIII, dengan keterangan PB XIII," tuturnya.

Sedangkan WT sendiri, ungkap Andy, telah dijadikan tersangka karena diduga telah melakukan penjualan manusia. Berkas perkara itu sudah P19, namun masih ada beberapa yang masih harus dilengkapi, harus ada berita acara mempertemukan antara PB XIII dan bisa dengan korban.

"Kami akan lakukan pemeriksaan silang. Keterangan PB XIII ini penting sesuai petunjuk dari Kejari Sukoharjo yang mengembalikan berkas pengajuan tersangka WT," terangnya. (kem)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini