nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Minta Sistem Poin SMAN 70 Dievaluasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 29 September 2014 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 29 560 1045966 C5hmj4fune.jpg KPAI meminta SMAN 70 Jakarta mengevaluasi perhitungan poin terhadap siswanya. (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

JAKARTA - Belum lama ini 13 siswa SMAN 70 Jakarta dikeluarkan dari sekolah karena terlibat kasus bullying. Keputusan itu diambil sekolah setelah menghitung poin setiap siswa.

Baca: Komite SMAN 70 Sambangi KPAI

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Susanto, menilai sistem poin tersebut perlu dievaluasi. Pasalnya, sistem ini tidak sesuai prinsip perlindungan anak hingga mengeluarkan 13 siswa dari sekolah. 

"Kami juga akan merekomendasikan kepada kepala sekolah agar tidak ada lagi kekerasan dan memastikan proses belajar mengajar berjalan nyaman, tanpa ketakutan, harus harmoni," kata Susanto di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).

Baca: Kronologi Kasus Bullying SMAN 70

Sementara itu, menurut Ketua Komite SMAN 70 Jakarta, Ricky Agusiady, sistem poin tersebut sangat keliru, bahkan tidak adil. Dia mencontohkan, jika terjadi kekerasan kemudian ada siswa yang sama sekali tidak tahu apa-apa, maka siswa tersebut juga dikenakan sanksi 50 poin. 

"Tidak mau tanda tangan BAP kena 50 poin. Hadir saja kena 50 poin. Ini arogansi. Ada siswa yang tidak mengerti, tapi dibilang membangkang. Kalau sekolah mau buat tata tertib harus melibatkan tiga pokok; guru, murid dan orangtua. Dalam kasus, BAP juga dibuat ditemani pengacara, ini baru fair," paparnya.

Baca: Dikeluarkannya 13 Siswa SMAN 70 sebagai Pelajaran

Juli lalu, 13 siswa SMAN 70 diduga melakukan tindak bullying kepada teman sekolah mereka. Sekolah pun mengeluarkan mereka sesuai sanksi berdasarkan sistem poin. Ke-13 siswa ini sudah menempuh pendidikan lagi di sekolah berbeda.

Baca: Pelaku Bullying SMAN 70 Pindah Sekolah

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini