Image

Jangan Sampai Batik hanya Jadi Oleh-Oleh

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Kamis 02 Oktober 2014, 20:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 10 02 373 1047537 JpDp4lonXc.jpg Selama ini, kebanyakan orang mengenakan batik sebagai fesyen. Tapi, mereka tidak mempelajari sejarahnya. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Selama ini, kebanyakan orang mengenakan batik hanya untuk kebutuhan fesyen. Tapi, tidak untuk belajar tentang sejarah warisan budaya Indonesia tersebut.

Padahal, menurut mahasiswi Universitas Jayabaya Agustin Setyo Wardani, nilai batik sangat penting. Karena, sebagai warisan budaya dunia yang sudah diakui UNESCO, batik bisa menjadi media pembelajaran sejarah budaya bangsa.

"Apalagi, banyak negara lain,seperti Malaysia dan China, punya batik. Kalau enggak dikampanyelkan dan tidak diingatkan terus menerus, nanti masyarakat kembali ke pemikiran zaman dulu bahwa batik dipakai hanya untuk keperluan konvensional seperti ke acara undangan dan acara-acara resmi lainnya," ujar Agustin, saat berbincang dengan Okezone, usai Dies Natalis ke-56 Universitas Jayabaya, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2014).

Penggunaan batik sendiri, kata mahasiswi jurusan Ilmu Hukum itu, mulai merambah ke berbagai keperluan sehari-hari. Batik kini bisa disulap menjadi baju santai, kemeja kerja hingga jaket batik.

"Jadi, jangan sampai batik itu hanya jadi oleh-oleh buat orang-orang luar negeri yang berkunjung ke Indonesia," ucap mahasiswi semester akhir itu.

Hal senada disampaikan mahasiswi Universitas Bung Karno (UBK) Nirwana Ayu Selasih. Menurutnya, batik Indonesia perlu dipelajari dan dilestarikan karena negara lain juga memiliki batik.

"Tapi batik Indonesia yang paling punya ciri khas. Makanya sampai ada perayaan Hari Batik Nasional mengingat batik merupakan warisan budaya dunia," ungkap mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini