Share

Pengakuan Penjual Obat Aborsi di Bandung

Tri Ispranoto, Okezone · Kamis 02 Oktober 2014 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 526 1047374 obHZuQSLGR.jpg Obat yang memiliki efek penggugur kandungan disita Polrestabes Bandung (Foto: Tri/Okezone)

BANDUNG - Kankan Irawan alias Dimas (32) mengakui menjalankan bisnis obat dan jamu yang bisa menimbulkan efek menggugurkan kandungan. Meski polisi menyebut Dimas sudah menjalankan bisnis ini sejak 2009, namun yang bersangkutan mengaku baru setahun terakhir beroperasi.

 

“Saya sudah lakukan ini setahun. Awalnya saya lihat di website lain dari Depok dan Jakarta. Setelah itu saya jadi reseller dan ikutan bikin blog," tutur warga Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, tersebut, Kamis (2/10/2014).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dimas mengaku bisa mendapat empat hingga lima pembeli setiap bulan. "Rata-rata yang beli itu pasangan. Mereka semua di atas 20 tahun,” ucapnya.

Setiapk kali transaksi dia mendapat keuntungan Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per paket obat dan jamu. Pasalnya, obat tersebut dia beli langsung dari penyuplai barang yang telah dikenalnya sejak setahun terakhir.

Soal harga paket obat, jelas dia, untuk usia kandungan di bawah tiga bulan tersedia paket obat dan jamu seharga Rp800 ribu-Rp1 juta. Sementara untuk usia kandungan di atas tiga bulan, setiap paket dijual Rp2 juta.

“Obat ini asli, ini obat maag yang sudah akut. Sampai saat ini saya belum pernah mendapat komplain, berarti itu obat berkhasiat,” tuturnya.

Selain menjual barang secara online dia juga sering melayani pembelian cash on delivery (COD) atau bertemu langsung. “Kalau COD ada perasaan takut, tapi ya mau bagaimana lagi,” tukas pria yang sudah memiliki satu anak itu.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini