nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Panti Asuhan Ilegal

Isnaini, Jurnalis · Jum'at 10 Oktober 2014 18:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 10 10 338 1050804 wbgAQ3K0fM.jpg Ribuan Panti Asuhan Ilegal

JAKARTA- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat dari sekira 3000 panti asuhan yang berdiri di wilayah Jabodetabek, hanya 38 persen panti yang memiliki izin resmi dan berfasilitas layak. Ribuan panti ini diperkirakan menampung lebih dari 20 ribu anak.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengimbau agar panti asuhan ilegal itu segera ditutup. Hal itu untuk mengontrol keberadaan dan kelayakan hidup anak-anak yang berada di bawah naungan panti tersebut.

"Seperti panti asuhan Samuel itu tidak layak dan harus ditutup. Standar pelayanan minimal itu harus diatur pemerintah. Di Jakarta ada 1.200 panti asuhan. Di Jabodetabek 3.000-an panti asuhan tapi baru 38 persen yang layak dari pelayanan dan punya izin," ujar Arist saat ditemui di Kantornya, Jakarta Timur, Jumat (10/10/2014).

Arist khawatir, masih banyak oknum yang memanfaatkan panti asuhan untuk mendulang pundi-pundi demi kepentingan pribadi seperti yang terjadi di Panti Asuhan Samuel, Tangerang. "Jangan menggunakan latar belakang agama, kemanusiaan, kemudian melakukan kejahatan seperti yang dilakukan panti asuhan Samuel," ungkapnya.

Arist berharap putusan penolakan gugatan panti asuhan Samuel oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadi momentum pembenahan keberadaan panti asuhan yang belum layak dan tidak punya izin. Pasalnya, nasib perlindungan ribuan anak di bawah umur terancam tidak jelas dengan adanya panti asuhan seperti ini.

"Kalau menjadi panti asuhan harus sesuai dengan fungsi standar pelayanan panti. Standar pelayanan panti itu harus dikeluarkan pemerintah. Supaya bisa terkontrol karena banyak panti-panti yang beralaskan kemanusiaan, tapi implementasinya jadi tidak berperikemanusiaan," kata Aris.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam amar putusan yang dibacakan secara terbuka pada 16 September lalu memutuskan penolakan gugatan pengelola Panti Asuhan Bayi dan Anak Samuel. Gugatan ini dilakukan karena upaya Komnas PA yang berusaha menyelamatkan 32 anak panti asuhan Samuel pada 24 Februari 2014 lalu. Aksi Komnas PA ini berdasarkan laporan dari masyarakat karena adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pengurus panti.

Secara yuridis, panti Samuel tidak dapat digolongkan ke dalam lembaga kesejahteraan sosial anak karena tidak terdaftar dan belum punya legalitas yang jelas.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini