nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Ebola Bukti Lambatnya Respons Perubahan Cuaca

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 13 Oktober 2014 18:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 10 13 18 1051676 uPTIzPPepO.jpg Wabah Ebola Bukti Lambatnya Respon Perubahan Cuaca. (Foto: rtcc.org)

WASHINGTON - Wabah virus Ebola yang mematikan dinilai sebagai imbas dari lambatnya komunitas dunia mengatasi perubahan cuaca.

Hal itu ditegaskan oleh Chief World Bank Jim Yong Kim dalam annual meeting Worl Bank bersama International Monetary Fund (IMF).

"Respon global untuk Ebola sangat lambat dan tidak memadai. Sehingga tidak mampu mencegah pemanasan global," kata Kim seperti dikutip rtcc.org, Senin (13/10/2014).

Akibat lambatnya sikap dunia ini, 4.000 jiwa yang mayoritas di Afrika Barat tewas akibat virus Ebola.

"Hal yang paling penting adalah bagaimana menyelesaikan masalah virus Ebola agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesehatan masyarakat," ujar Kim.

Sebelumnya, negara maju diharapkan bisa menjadi yang terdepan dalam mengatasi problem perubahan cuaca. Namun belum ada langkah nyata dalam mengatasi fenomena alam tersebut. Sementara itu, alokasi untuk mengatasi perubahan iklim ditargetkan bisa mencapai angka USD100 miliar atau senilai Rp1.219 triliun (Rp12.197 per USD) dalam setahun. Namun, realisasinya hanya USD2,3 miliar atau senilai Rp28,05 triliun.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini