Image

Peduli Lingkungan, Hima Technopreneurship SU Tanam 500 Mangrove

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Senin 20 Oktober 2014, 21:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 10 20 65 1054764 T9x3VFAXZQ.jpg Peduli Lingkungan, Hima Technopreneurship SU Tanam 500 Mangrove (Foto: dok. okezone)

JAKARTA - Hutan bakau atau mangrove di Indonesia sangat kurang. Hal ini pun menjadi perhatian, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, untuk selalu peduli.

Jika tidak, maka lingkungan hidup sebagai tempat tinggal manusia dan hewan akan terjadi bencana alam. Dengan kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa (Hima) Technopreneurship Surya University (SU) melakukan penanaman pohon bakau sebagai pengabdian masyarakat.

Sebab, kalau bukan anak muda sebagai penerus bangsa yang melakukannya, siapa lagi yang akan peduli terhadap bakau. Penanaman tersebut merupakan acara puncak dari kegiatan Sore Keakraban (Sokakrab) kedua yang dilaksanakan oleh Hima Technopreneurship SU.

Ketua Hima Technopreneurship SU Erwin Chua mengatakan, setelah mengadakan acara Sokakrab, para mahasiswa yang terdiri dari 111 orang itu akan melanjutkan kegiatan yang dapat menyelamatkan bumi dengan menanam pohon bakau.

"Kami menanam 500 bibit mangrove dan setiap mahasiswa dapat menanamkannya lebih dari satu bibit. Tujuan dari penanaman mangrove tersebut dapat mencegah abrasi pantai," ujar Erwin saat berbincang dengan Okezone dalam acara Sokakrab Hima Technopreneurship SU di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, belum lama ini.

Kemudian, mahasiswa angkatan 2013 itu melanjutkan, Pulau Untung Jawa memiliki penduduk yang cukup banyak hingga ratusan orang. Tapi sayangnya, masyarakat setempat membuang sampah sembarangan di lahan yang kosong, sehingga pulau nan indah tersebut menjadi tercemar.

"Awalnya, sebenarnya kita ada planning meminta izin untuk membersihkan sampah tersebut, tapi enggak boleh dari pihak Pulau Untung Jawa. Karena area lahan tersebut ingin dibuat sebuah bangunan," ucapnya.

Ia menambahkan, alasan acara Sokakrab berlokasi di Pulau Untung Jawa karena berawal dari salah satu tim panitia yang sebelumnya pernah ke pulau tersebut. Lalu yang bersangkutan melihat adanya isu sampah yang menumpuk. Padahal, pulau tersebut merupakan tempat wisata.

"Di Pulau Untung Jawa juga terdapat hutan bakau yang dipenuhi sampah. Kita juga berinisiatif membuat acara membersihkan sampah tersebut, tapi dilarang karena kalau sembarang membersihkan sampah, apalagi beramai-ramai, maka akan merusak akar hutan bakau," ungkapnya.

Erwin menambahkan, dia prihatin apakah sampah plastik tersebut berasal dari masyarakat sekitar atau turis yang berkunjung. Padahal, banyak CSR dan mahasiswa lain yang membuat tempat sampah agar tidak membuang sampah sembarangan. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini