nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Penghinaan Jokowi di Sosmed Jadi Pelajaran

Raiza Andini, Jurnalis · Jum'at 31 Oktober 2014 14:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 10 31 337 1059420 kasus-penghinaan-jokowi-di-sosmed-jadi-pelajaran-qsfO3Chz79.jpg Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Mabes Polri (Foto: Raiza/Okezone)
JAKARTA - Tim Cyber Crime Mabes Polri dinilai sudah benar soal penanganan kasus kriminalitas di dunia maya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan penegakan hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Seperti kasus yang dialami Muhammad Arsyad Assegaf (23). Fadli lantang mengatakan tidak boleh mengkriminalisasi wong cilik. Yang dinyatakan bersalah karena kasus pornografi dan pencemaran nama baik.

"Kita harus pastikan proses hukum itu harus berjalan normal. Kejadian ini memang banyak sekali terjadi tapi ada kesulitan dari pihak Kepolisian," jelasnya di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Dia menambahkan aturan penegakan hukum harus tegas kepada siapapun yang melanggar entah itu wong cilik maupun para pejabat tinggi negara.

"Di negara-negara lain dengan mudah pornografi di dunia maya sudah tegas, termasuk yang berbau fitnah yang tidak jelas asal usulnya. Ini harus bisa ditegakkan di Indonesia," tambahnya.

Fadli menambahkan kasus ini merupakan pelajaran bagi siapa saja yang melakukan kejahatan di dunia maya. Dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengunggah sesuatu di laman sosial media.

"Ini pelajaran bagi kita. Pelajaran juga bagi yang bersangkutan. Dia sudah mengakui dan tidak tahu apa yang dia lakukan dan dia juga menyesali," tutupnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini