nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SMP Babak Belur Dipukuli Oknum TNI

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 04 November 2014 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 11 04 340 1060943 siswa-smp-babak-belur-dipukuli-oknum-tni-JRnnznmwEb.jpg Siswa SMP Babak Belur Dipukuli Oknum TNI (Foto: Okezone)

BANDA ACEH – Nasib malang menimpa Chandra Muliadi (14). Siswa SMP di Pulau Simeulue, Aceh, ini babak belur diduga dianiaya oknum TNI berinisial Sertu ISW di Gampong Busung, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, karena dituduh sebagai pelaku tabrak lari.

Padahal, Chandra saat itu sedang mengejar pengendara yang melarikan diri setelah menabrak seorang anak kecil. Akibat penganiayaan tersebut, Chandra harus dirawat intensif di RSUD Simeulue.

“Sekarang kondisi anak saya berangsur baik, tapi masih belum sanggup bangun, masih susah bernapas,” kata Muhammad Sufi (48), ayah kandung Chandra, saat dihubungi Okezone dari Banda Aceh, Selasa (4/11/2014).

Menurutnya, penganiayaan terjadi pada Minggu 2 November 2014 sore. Saat itu Chandra yang merupakan warga Gampong Labuah, Teupah Barat, sedang berjalan-jalan, tiba-tiba mendengar jeritan minta tolong dari seorang anak kecil yang ditabrak pengendara sepeda motor.

Pelakunya langsung kabur, meninggalkan korban di jalan. Chandra lantas mengejar pelaku dengan motornya. Celakanya, saat melintas di Jalan Gampung Busung, ia dicegat ISW, personel Kodim 0115 Simeulu.

Dia mengira Chandra sebagai pelaku tabrak lari yang berupaya kabur. Siswa SMP Negeri 4 Leubang ini dianiaya di lokasi, rambutnya ikut dijambak pelaku. “Anak saya dipukul berkali-kali di bagian badan, dada, dan perut. Anak saya berupaya menjelaskan bukan dia yang menabrak, tapi tidak didengar,” tutur Sufi.

Setelah dianiaya, Chandra dibawa ke RSUD Simeulue oleh warga sekitar. Dia menjalani visum dan dirawat di sana hingga hari ini. “Dia masih mengeluh sakit di ulu hati,” ujar Sufi.

Dikarenakan harus menjalani perawatan, sudah dua hari Chandra tak masuk sekolah. Sufi sangat menyayangkan anaknya yang masih di bawah umur harus menjadi korban penganiayaan aparatur negara. “Kami meminta oknum itu bertanggung jawab supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tuturnya.

Sufi mengaku perwakilan Kodim Simeulu sudah meminta maaf secara langsung kepadanya atas tindakan arogan anggotanya. “Kodim udah meminta masalah ini diselesaikan secara damai saja, mereka berjanji menanggung semua biaya pengobatan,” ungkapnya.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini