Share

Antisipasi Penyusup, Enam Pesawat Hawk Latihan di Medan

Akbar Dongoran, Okezone · Kamis 06 November 2014 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 06 340 1061993 antisipasi-penyusup-enam-pesawat-hawk-latihan-di-medan-j0diHTBd65.jpg Pesawat Hawk (foto: Akbar Dongoran/Okezone)

MEDAN - Enam unit pesawat terbang jenis Hawk dari Skuadron 12 Black Panther Pekan Baru, menggelar latihan terbang di sekitar wilayah Medan mulai 3 sampai 7 November 2014. Latihan untuk meningkatkan kesiagaan terhadap pelanggaran wilayah udara Indonesia di sekitar Sumatera bagian utara.

"Tugas pokok kami yaitu mencegah ancaman dari udara, termasuk meng-intercept pesawat ilegal," kata Komandan Flight Ops A Skuadron Udara 12 Black Phanter, Kapten (Pnb) Putut Hanggiro, di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (6/11/2014).

Dia memastikan, Skuadron 12 siap dan mampu meng-intercept setiap pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia tanpa izin. "Skuadron 12 dari Pekanbaru ini cukup layak, tapi kami juga berharap dapat diperkuat dengan pesawat F-16, aehingga seluruh wilayah barat Indonesia dapat diawasi secara lebih maksimal," katanya.

Untuk diketahui, kurang dari tiga pekan ini, pesawat Sukhoi TNI-AU tiga kali memaksa pesawat asing mendarat karena melintasi wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa izin. Pertama, memaksa pesawat Propeller asal Australia di Lanud Sam Ratulangi, Manado. Pesawat itu melanggar wilayah Indonesia saat terbang menuju Filipina.

Kemudian giliran pesawat sipil Singapura yang di-intercept saat terbang menuju Serawak. Karena melintasi wilayah Indonesia tanpa izin, pesawat Beechraft itu dipaksa turun di Lanud Supadio, Pontianak.

Terakhir, pesawat jet milik Gulfstream IV dengan nomor HZ-103, milik Arab Saudi yang dihadang. Pesawat itu berangkat dari Singapura menuju Darwin, Australia, namun dipaksa turun di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, karena melintas kawasan udara Indonesia.

Beberapa bulan sebelumnya, dua unit pesawat F-16 juga memaksa turun pesawat Swearingen SX 300 yang memasuki wilayah udara Indonesia di sekitar pantai barat Pulau Sumatera. Pesawat dipiloti Heinz Peier pun harus landing di Lanud Soewondo.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini