Mendikbud Bantah Seluruh SMP di Purwakarta Dihapus

Nina Suartika, Okezone · Jum'at 28 November 2014 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 28 340 1072142 mendikbud-bantah-seluruh-smp-di-purwakarta-dihapus-ovjQbU91bi.jpg Mendikbud bantah seluruh SMP di Purwakarta dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kebudayaan, Anies Baswedan, turut angkat bicara terkait kabar penghapusan sekolah tingkat SMP di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Anies membantah bahwa Kabupaten Purwakarta menghapus seluruh SMP. Menurutnya, gedung yang awalnya dipergunakan untuk SMP akan dialihkan untuk kegiatan belajar SMK/SMA.

"Tidak ada penghapusan SMP. Jadi yang terjadi itu adalah membangun SMK lebih banyak. Karena membuat bangunannya mahal, maka kegiatan belajar SD dan SMP digabung dalam satu gedung," kata Anies di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Menurut Anies, yang terjadi di Kebupaten Purwakarta merupakan terobosan baru yang perlu diapresiasi. Karena tetap mempertahankan prorgam wajib belajar sembilan tahun dalam satu atap.

"Jadi jangan dianggap hilang, SMP-nya tetap kok. Dan kemudian fasilitas SMP-nya dipakai untuk SMK," kata Anies.

Dia pun meminta agar hal ini bisa diterapkan di semua wilayah. Supaya lebih banyak lagi anak-anak yang sekolah sampai SMK/SMA.

"Saran seperti ini kreatif. Gedung SD dipakai untuk SD, sorenya dipakai SMP. Nah, terobosan seperti ini yang penting," katanya.

Seperti diketahui, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kembali bertindak kontroversi. Setelah mengganti semua nama sekolah negeri dengan nama pahlawan, Dedi kini menghapus semua sekolah jenjang SMP.

Dedi beralasan, sistem pendidikan Indonesia tidak mengenal jenjang menengah pertama, hanya jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Karena itu Dedi memilih menghapus semua SMP di Kabupaten Purwakarta.

“Jadi nanti siswa kelas enam SD tidak melanjutkan ke SMP, melainkan melanjutkan proses belajar ke kelas tujuh, delapan hingga sembilan. Setelah itu baru siswa melanjutkan ke SMA,” ungkap Dedi belum lama ini.

Dedi menjelaskan, konsep ini sudah dijalankan sejak tahun ini namun belum berlangsung secara keseluruhan. Dia menargetkan, tahun depan sudah tidak ada lagi sekolah SMP di Purwakarta.

“Sekolah SMP akan berganti fungsi menjadi SMA dan SMK. Sedangkan siswa SMP akan dilebur di sekolah SD,” tandasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini