nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengikut Sapta Darma Bukan Musuh Kita

Mustholih, Jurnalis · Selasa 09 Desember 2014 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 12 09 340 1076709 pengikut-sapta-darma-bukan-musuh-kita-bEHuRvuP8E.jpg Pengikut Sapta Darma bukan musuh kita (Foto: Okezone)

SEMARANG - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menyatakan penganut aliran kepercayaan Sapta Darma tidak boleh mendapat diskriminasi sosial.

"Sapta Darma itu warga kita, bukan musuh kita. Itu orang Indonesia asli," kata Asisten Intelijen Kejati Jawa Tengah, Yacob Hendrik P, kepada Okezone, di Kejati Jawa Tengah, Semarang, Selasa (9/12/2014).

Yacob menyatakan, keberadaan Sapta Darma memang diakui oleh negara. Menurut dia, Sapta Darma termasuk salah satu aliran kepercayaan yang sudah masuk Forum Kerukunan Umat Beragama.

"Aliran Sapta Darma itu memang ada, tidak ada masalah pembedaan. Kita sudah punya data aliran itu. Itu semua dibina. Kita kan semua punya Forum Kerukunan Umat Beragama, termasuk pembinaan terhadap semua aliran," ungkap Yacob.

Aliran Kepercayaan Sapta Darma menjadi perbincangan setelah salah satu pengikutnya di Kabupaten Brebes, Daodah, meninggal. Namun, jenazahnya ditolak warga untuk dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Jenazah Daodah sempat telantar selama 12 jam sebelum akhirnya dikebumikan di pekarangan rumahnya di Desa Siandong RT 01 RW 04, Kecamatan Larangan, Brebes.

Atas peristiwa ini, Yacob menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan membuat pembinaan dan penyuluhan warga yang bersinggungan dengan Sapta Darma.

"Gesekannya kan itu adalah masalah sosial yang memicu seolah-olah ini dari Sapta. Ideologi itu kan banyak. Padahal, masalah ideologi itu kan enggak ada. Nanti kita akan ada penyuluhan ke masyarakat semua kalangan," terang Yacob.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini