nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus TKI Dimutilasi Baru Sekali Terjadi di Malaysia

Hendra Zaini, Jurnalis · Rabu 10 Desember 2014 19:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 12 10 340 1077539 kasus-tki-dimutilasi-baru-sekali-terjadi-di-malaysia-XYk7CM2XbK.jpg Kasus TKI Dimutilasi Baru Sekali Terjadi di Malaysia

BATAM - Kasus pembunuhan terhadap Sri Panuti (43), tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia asal Batang, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Jasad ibu empat anak ini ditemukan dalam kondisi dimutilasi dan dimasukan dalam karung di kebun sawit di Kampung Majuh, Ipoh, Perak, Jumat (28/11). Laporam kematian Sri diterima pihak KBRI Malaysia atas laporan keluarga korban di kampung halamannya di Batang, Jawa Tengah.

"Kabar kematian Sri diterima pihak keluarga dari keterangan Hendra, teman dekat korban," kata Wakil Duta Besar RI di Malaysia, Hermono melalui sambungan telepon internasional, Rabu (10/12/2014).

Dia menuturkan, jasad korban ditemukan warga sekitar di kebun sawit tak jauh dari tempatnya bekerja. Sri bekerja sebagai tukang masak di perkebunan sawit di Ipoh, Perak sejak 1998 silam. "Hendra yakin itu mayat Sri karena baju yang dikenakan korban. Baju itu pemberian Hendra kepada Sri," ujarnya.

Saat ini jasad korban masih berada di salah satu rumah sakit di Ipoh, Perak. Kepolisian setempat sudah melakukan autopsi dan mengambil DNA Sri untuk penyelidikan kasus ini. "Penyelidikan polisi, jasad korban ditemukan setelah dua atau tiga hari setelah dibunuh," kata dia.

Pihak KBRI Kuala Lumpur sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Rencananya, Rabu (10/12), tim Bareskrim menuju kampung halaman korban di Batang untuk melakukan tes DNA anggota keluarga korban. "Hasil tes DNA anggota keluarga dikirim ke Malaysia untuk dicocokan dengan DNA korban," kata Hermono.

Masih kata dia, Hendra sebagai saksi kunci dalam kasus ini sudah menghilang. Padahal Hendra yang mengabarkan kasus kematian Sri ke pihak keluarga dan kemudian diteruskan ke KBRI Kuala Lumpur. "Ponselnya sudah tak aktif. Keberadaanya masih belum diketahui," kata Hermono.

Untuk proses penyelidikan, pihak KBRI Kuala Lumpur masih berkoodinasi dengan Imigrasi. "Kami masih meneliti paspor korban diterbitkan Imigrasi daerah mana," ujarnya.

Disinggung tentang peristiwa yang menimpa korban apakah pernah terjadi kejadian serupa di Malaysia, Hermono mengatakan kasus mutilasi terhadap TKI baru pertama kali ini terjadi. "Kalau TKI yang tewas ditembak mati banyak. Tapi kalau dimutilasi baru sekali ini terjadi," kata Hermono.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini