nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Salon yang Sediakan Ayam Kampus di Surabaya

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 12 Desember 2014 01:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 12 340 1078153 ada-salon-yang-sediakan-ayam-kampus-di-surabaya-101kUTGdHH.jpg Ada Salon yang Sediakan Ayam Kampus di Surabaya (ilustrasi)

SURABAYA - Polda Jatim mengungkap kasus penjualan manusia atau Traficking. Kali ini sebuah pusat kencantikan di Kawasan Jalan Ambengan, Surabaya, digrebek karena diduga menyediakan gadis panggilan untuk kencan. Uniknya tempat tersebut berkedok salon dan Spa.

Subdit IV Renakta Diskrimsus Polda Jatim menggerbek lokasi tersebut dan mengamankan 10 perempuan penghuni salon.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, wanita yang digerebek di salon tersebut mahasiswi. Mereka bisa diajak kencan dengan tarif mahal.

"Tarifnya berkisar Rp1,5 juta untuk kencan di dalam salon, dan Rp2 juta kalau dibawa keluar," kata Awi, Kamis (11/12/2014).

Dari 10 orang yang ditangkap, petugas menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah Mami, AY (43), pemilik salon yang juga sebagai Germo dan Papi, ER (32), yang berperan sebagai pencari pelanggan atau Mucikari.

"Untuk delaan orang lainnya telah diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi," ujarnya.

Awi menjelaskan, pengerebekan tersebut bermula dari Informasi yang diterima masyarakat. Petugas kemudian melakukan pengembangan informasi tersebut. Hasilnya, ER kerap menjual mahasiswi yang kuliah di sejumlah universitas di Surabaya.

Modusnya, ER berkomunikasi dengan lelaki yang hendak memesan teman kencan melalui handphone. Kemudian ER menyertakan beberapa foto anak buahnya.

Usai menerima transfer uang muka, ER menyuruh anak buahnya untuk datang ke hotel melayani pelanggan yang mengorder. Sedangkan AY, tugasnya membisikkan kepada pelanggan Salon tersebut bahwa tempatnya ini bisa menikmati layanan plus-plus dengan tarif tertentu.

"Dari praktik ini hasilnya dibagi 20 persen untuk anak buahnya dan 80 persen dibagi untuk Mami AY dan Papi ER, " paparnya. Dari pengakuan ER, kata Awi, kebanyakkan perempuan yang dipekerjakan adalah mahasiswi.

Dari penggerbekan itu, polisi menyita uang tunai Rp4 juta, 3 kondom, 1 buah kartu ATM, 1 buah bukti transfer, 1 lembar absen karyawan, dan 1 buku daftar tamu yang pernah datang ke tempat itu.

Tersangka terancam dijerat dengan Pasal 296 KUHP tentang prostitusi perempuan, dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan penjara. Dan Pasal 506 tentang prostitusi sebagai mata pencaharian dengan ancaman pidana penjara satu tahun.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini