nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Siswa SD Dikeroyok 12 Temannya

Markus Yuwono, Jurnalis · Rabu 17 Desember 2014 03:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 17 340 1080280 seorang-siswa-sd-dikeroyok-12-temannya-ZMEJDZ01DZ.jpg Seorang Siswa SD Dikeroyok 12 Temannya

YOGYAKARTA - Seorang siswa kelas V SD, di Kabupaten Bantul, DIY diduga dikeroyok teman sekelasnya karena tidak mau meminjamkan game yang dimilikinya.

Komisi D DPRD melakukan sidak di SD II Sanden, untuk mengklarifikasi adanya dugaan pengeroyokan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan pengeroyokan terhadap SF tersebut terjadi pada Selasa 9 Desember 2014, saat proses kegiatan belajar mengajar oleh 12 teman sekelasnya. Akibatnya sekucur tubuh korban mengalami lebam.

Saat Komisi D DPRD Bantul mendatangi SD II Sanden, Kepala Sekolah, Saryana mengakui adanya pengeroyokan itu. “Keesokannya (Rabu) wali murid Sf datang ke sekolah melaporkannya,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/12/2014).

Dikatakannya, untuk mengecek kebenaran laporan tersebut pihaknya mendatangi kelas, dan guru kelas V. Terungkap ada insiden pengeroyokan. Lalu, Saryana berinisiatif mengundang seluruh siswa yang terlibat, dan memanggil wali murid, serta para guru untuk mengurai persoalan ini.

Dasar pengroyokan sendiri karena teman-teman korban merasa dendam, tidak diperbolehkan main game di komputer SF sepulang sekolah. "Memang mereka selalu bermain bersama saat pulang sekolah," jelas Saryana.

Namun, Suryana menganggap hal itu sesuatu yang wajar. Sebab, menurut dia luka di wajah korban sudah ada sebelum kejadian. Selain itu, di antara para wali murid sudah ada kesepakatan jika persoalan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Tetapi orangtua korban berbalik arah akan membawa kasus ini ke jalur hukum dalam pertemuan Sabtu lalu," ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko menyayangkan sikap kepala sekolah yang tidak segera menyelesaikan kasus ini. Seharusnya sekolah tidak menunggu sampai ada laporan dari orangtua.

"Apalagi pengeroyokan ini terjadi saat proses kegiatan belajar mengajar dan di ruang kelas juga ada gurunya," kata Enggar.

Dijelasaknnya, dari visum ada 30 bekas pukulan di bagian wajah dan tubuh Sf. "Sekolah terkesan menyepelekan,"imbuhnya.

Terpisah, Kabid SD Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul Slamet Pamuji mengatakan, pihaknya akan memberikan evaluasi kepada kepala sekolah SD II Sanden, karena dianggap lalai dalam pengawasan anak didiknya.

"Jika terjadi di kelas ini merupakan kelengahan guru," tutur Slamet.

Selain itu, Slamet meminta para guru SD II Sanden harus lebih mengawasi anak didiknya, karena hal itu merupakan bagian dari upaya mendidik siswa. "Kami meminta maaf kepada masyarakat dan ke depan semoga tidak terjadi lagi," ujarnya.(fid)

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini