nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

23 Ribu Warga Blitar Masih Nganggur

Solichan Arif, Koran SI · Minggu 21 Desember 2014 22:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 12 21 340 1082234 23-ribu-warga-blitar-masih-nganggur-EeVBoZciGh.jpg 23 Ribu Warga Blitar Masih Nganggur (Foto: Ilustrasi)

BLITAR - Sebanyak 23 ribu warga Kabupaten Blitar berstatus sebagai pengangguran. Mereka yang sebagian besar hidupnya bergantung pada keluarga itu berada dalam kelompok usia produktif dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

“Mulai SLTA hingga sarjana. Angka tersebut tercatat hingga bulan Desember 2014,“ ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blitar Herman Widodo kepada wartawan.

Sesuai data yang dimilikinya, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Blitar di tahun 2014 mencapai 855.357 jiwa. Dari angkatan kerja yang terhitung 616.259 jiwa, sebanyak 593 ribu sukses mengisi lowongan pekerjaan. Baik yang disediakan institusi pemerintah maupun yang ditawarkan perusahaan swasta. Sedangkan 23.046 jiwa menyandang status pengangguran.

Selain dengan rekan seangkatan, para pencari kerja yang gagal berkompetisi mendapatkan pekerjaan, juga kembali bersaing dengan para lulusan baru. Realitas pertarungan sengit tersebut terjadi setiap momentum kelulusan sekolah setingkat SLTA maupun wisuda sarjana. “Karenanya angka pencari kerja melonjak drastis setiap momen kelulusan SLTA dan sarjana,“ kata Herman.

Herman mengakui tidak banyak lapangan pekerjaan di wilayah Blitar. Sebagai solusi, pemerintah berupaya menyediakan fasilitas untuk para pemburu kerja. Bentuknya dengan menggandeng sejumlah perusahaan regional untuk bekerja sama menggelar bursa kerja di Kabupaten Blitar. Sebagai alternatif lain, kata Herman tidak sedikit pencari kerja yang memilih menjadi buruh migran.

“Sebab tidak banyak perusahaan besar di Kabupaten Blitar. Karenanya tidak bisa dipaksakan bekerja di rumah sendiri,“ pungkasnya.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Admojo mengatakan bahwa salah satu kewajiban pemerintah adalah mendorong dibukanya lapangan pekerjaan. Sebab hanya lapangan kerja yang mampu mengatasi persoalan pengangguran.

“Atau bekerja sama dengan perusahaan untuk bisa menerima tenaga kerja asal Blitar yang SDM-nya telah disiapkan. Namun jangan sampai hal itu hanya lips service semata,“ jelasnya. (ang)

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini